Asteroid: Dua Melintasi Bumi Sebelum Keluarga Besar Apollo 8 Mei

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asteroid 2020 CW. Kredit: NASA

    Asteroid 2020 CW. Kredit: NASA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekumpulan asteroid Apollo akan melintas dekat Bumi pada 8 Mei 2020. Melesat 5,72 kilometer per detik pada jarak 1,66 juta kilometer dari Bumi, pada saat itu Apollo akan tampak seperti bintang jatuh jika diteropong menggunakan teleskop.

    Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan, Thomas Jamaluddin, menerangkan bahwa Apollo adalah kelompok asteroid yang orbitnya berada dekat Bumi. Saat melintas nanti, ia mengatakan, Apollo akan berada pada jarak 4,33 jb (jarak bulan) atau 4,3 kali jarak antara Bumi dan bulan atau 1,66 juta kilometer dari Bumi.

    Pada jarak tersebut, asteroid tidak akan menimbulkan bahaya bagi Bumi. "Asteroid ada berdampak kalau lintasan orbitnya berpapasan dengan orbit Bumi yang berakibat terjadinya tabrakan. Kita melihatnya sebagai jatuhnya asteroid," kata Thomas, kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu 14 Maret 2020.

    Kumpulan asteroid Apollo atau 2016 HP6 disebutnya akan melintas dekat Bumi pada 8 Mei 2020 dan tampak dari Bumi bintang yang bergerak. Namun laman Ibtimes memberitakan kalau bagian dari kumpulan asteroid itu sudah ada yang akan melintas 22 Maret mendatang. Laman itu mengutip dari Pusat Studi Obyek Dekat Bumi Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

    Berdasarkan data dari pusat studi itu, ada dua asteroid yang akan melintas sebelum kedatangan keluarga besar Apoll0 18 Mei mendatang. Selain 2020 DP4 anggota keluarga Apollo, ada pula 2020 EF atau Asteroid Aten pada 18 Maret. Keduanya sama, diperkirakan tidak akan menabrak Bumi.

    2020 DP4 disebut berukuran lebar hingga 180 kaki (54 meter) atau setara tinggi menra Pisa di Italia. Sedang Asteroid Aten lebih kecil lagi. Kalaun sampai menabrak Bumi, mereka dipastikan terbakar di atmosfer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.