Tambah Protokol, NASA Cegah COVID-19 Terbawa ke Antariksa

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan astronot pertama yang berjalan di Mars mungkin seorang wanita. Kredit: NASA

    Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan astronot pertama yang berjalan di Mars mungkin seorang wanita. Kredit: NASA

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat NASA menambah protokol standar untuk memastikan kesehatan para astronot yang menjadi bagian program spaceflight. Langkah-langkah tambahan itu dirancang untuk melindungi mereka terhadap kemungkinan tertular virus corona COVID-19.

    Dikutip dari laman Business Insider, protokol diarahkan kepada kru misi komersial pada April, Mei, atau Juni menumpang pesawat ruang angkasa SpaceX Crew Dragon. Mengikuti standar milik Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Amerika Serikat, protokol itu menetapkan di antaranya peningkatan kebersihan dengan disinfektan, social distancing, cuci tangan, juga karantina selama dua minggu.

    Sejalan dengan itu NASA telah menangguhkan tur di fasilitas di mana astronot Doug Hurley dan Bob Behnken menjalani pelatihan sebelum penerbangan mereka. Dan untuk lebih membatasi potensi paparan, NASA meminta stafnya untuk tetap berada di rumah jika merasa sakit.

    Kesehatan siapa pun yang ditugaskan bepergian dan bekerja di luar angkasa dianggap sangat penting. Prosedur NASA yang ada berusaha mencegah siapa pun membawa virus yang tidak diinginkan dalam perjalanan mereka ke antariksa.

    Pandemi COVID-19 dinilai dapat menghadirkan tantangan baru pada langkah-langkah pencegahan di NASA. Praktiknya sebenarnya standar bagi NASA yang telah melembagakan prosedur mengurangi peluang setiap awak yang terbang ke luar angkasa akan terjangkit penyakit apa pun di darat sebelum perjalanannya. Namun, langkah-langkah tambahan saat ini diterapkan secara khusus untuk menangani risiko terinfeksi virus corona.

    BUSINESS INSIDER | TECHCRUNCH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.