Gempa 6,6 M dari Kuta Selatan, BMKG: Hati-hati Susulan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi dengan kekuatan 6,6 Magnitudo mengguncang Kuta, Bali, hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis dini hari 19 Maret 2020. Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi pada pukul 00.45.37 WIB.

    Gempa terekam berlokasi dari kedalaman 10 kilometer di bawah laut di Samudera Indonesia, 273 kilometer bara daya Kuta Selatan. Episentrum sumber gempa tepatnya berada di 11,25 Lintang Selatan dan 115,09 Bujur Timur. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

    Berdasarkan peta  yang diberikan BMKG, lokasi sumber gempa tepat di zona tumbukan lempeng benua  australia dan eurasia. Belum ada keterangan lebih rinci yang dibagikan tentang penyebab namun BMKG memperingatkan akan adanya gempa susulan yang mungkin terjadi. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," sebut BMKG.

    Menurut BMKG, Getaran gempa yang terjadi terukur berintensitas hingga skala IV MMI di Denpasar, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Barat, serta skala III di Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara.

    Skala IV MMI diilustrasikan sebagai pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Skala III lebih ringan yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu

    Dalam media sosial, goyangan gempa itu terungkap terasa pula sampai Jawa Timur di daerah-daerah seperti Banyuwangi, Malang, dan Jember. "Jember juga, kaca jendela ampe geter," kata pemilik akun twitter @ferlyya membalas informasi yang dibagikan BMKG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.