Dokter Residen Meninggal Karena COVID-19, RSHS Bandung: Hoax

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Sebuah rekaman suara berdurasi sekitar 3,5 menit beredar Jumat 20 Maret 2020. Suara perempuan yang mengaku bernama Intan itu mengabarkan kondisi di RS Hasan Sadikin Bandung semakin parah yang ditandai dengan istilah 'red zone' dan seorang dokter residen meninggal akibat terinfeksi virus corona COVID-19.

    Rumah sakit menyatakan itu hoax. Direktur Utama Nina Susana Dewi mengatakan tidak benar ada residensi (dokter yang tengah studi spesialis) anastesi meninggal karena COVID-19. “Sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi dan tidak ada yang suspek,” kata Nina, Jumat 20 Maret 2020.

    Dia menyatakan setiap petugas kesehatan yang punya kontak erat dengan pasien terkait virus Corona tergolong sebagai orang dalam pemantauan. Status itu sesuai pedoman pencegahan dan penanggulangan COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

    Nina memastikan, para petugas kesehatan itu dijamin dan dipantau kesehatannya oleh manajemen rumah sakit. “Sebanyak 10 petugas kesehatan telah dites, semua hasilnya negatif (terinfeksi COVID-19),” ujarnya.

    Dalam rekaman suara yang disebut hoax itu, seseorang bernama Intan mengatakan pasien dan residen anastesi meninggal di RS Hasan Sadikin Bandung. “Itu teman kita sendiri,” katanya sambil menahan tangis.

    Menurutnya, ada dua temannya yang diisolasi dan yang dipantau terus karena diduga terinfeksi virus corona ada lima orang. “Teman-teman Intan yang sehat tidak boleh pulang ke rumah karena dianggap terpapar,” katanya.

    Sebelumnya RS Hasan Sadikin juga harus menanggapi beredarnya voice note atau rekaman suara yang menyebutkan kedatangan rombongan pasien terinfeksi virus Corona (COVID-19). Kabar itu menyebutkan ada 13 pasien rujukan yang datang dan 8 diantaranya positif.

    “Setelah kami telusuri info tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Humas RS Hasan Sadikin Bandung, Reny Meisuburriyani, lewat keterangan tertulis Senin 16 Maret 2020. Dia juga mengatakan nama Ardi Firmansyah – RSHS dari kabar itu sudah dicek dan hasilnya nihil.

    Adapun pasien COVID-19 meninggal di RS Hasan Sadikin Bandung benar adanya. Sebanyak dua pasien yang diisolasi meninggal pada Kamis siang dan malam lalu. Satu di antara dua pasien pria itu disebutkan memiliki penyakit lain. 

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan pasien itu bukan warga Kota Bandung. “Masuknya Margahayu Utara daerah Cileunyi Kabupaten Bandung,” ujarnya Jumat 20 Maret 2020. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.