Corona, Facebook Sumbang 720 Ribu Masker untuk Tenaga Medis AS

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pria asal Palo Alto, California, menepati urutan kelima orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan kisaran kekayaan 71 miliar Dollar AS. REUTERS

    Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pria asal Palo Alto, California, menepati urutan kelima orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan kisaran kekayaan 71 miliar Dollar AS. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa pada Minggu, 22 Maret 2020, telah menyumbangkan 720.000 masker karena wabah virus corona. Ribuan masker itu disediakan untuk para petugas kesehatan di Amerika Serikat.

    Zuckerberg menerangkan bahwa masker tersebut merupakan cadangan darurat yang dimiliki oleh perusahaan media sosial itu. "Untuk membantu, Facebook menyumbangkan cadangan darurat kami sebesar 720 ribu masker yang telah kami beli seandainya kebakaran hutan berlanjut," kata Zuckerberg, seperti dikutip laman Reuters, baru-baru ini.

    Kebutuhan masker di dunia menjadi cukup banyak karena digunakan masyarakat untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona. Termasuk di Indonesia, harga masker dan hand sanitizer melonjak tinggi bahkan terbilang langka.

    Di Amerika Serikat telah terlihat lonjakan permintaan untuk masker respirator yang disebabkan oleh wabah corona ketika Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, membeli 500 juta masker untuk persediaan selama 18 bulan ke depan, dan sebagai Strategic National Stockpile, pasokan obat-obatan nasional, serta persediaan medis.

    Dalam sebuah postingan di media sosial pribadi Mark Zuckerbeg juga menambahkan, "perusahaan juga bekerja sama dengan berbagai sumber untuk menyumbangkan lebih banyak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.