Pengajar UI Korban Meninggal COVID-19, Anak: Please Jangan Bandel

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus UI (twitter/UI)

    Kampus UI (twitter/UI)

    TEMPO.CO, Depok - Wabah virus corona COVID-19 telah merenggut nyawa dua pengajar di lingkungan Universitas Indonesia. Keduanya adalah Bambang Sutrisna, Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Erwin Indradjaja, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

    Bambang meninggal dalam perawatan di RS Persahabatan, Senin lalu, sedang Erwin pada hari ini, Selasa 24 Maret 2020. Sama seperti terhadap Bambang sehari sebelumnya, kampus UI menyatakan masih menunggu kepastian penyebab meninggalnya Erwin dari hasil pemeriksaan laboratorium. 

    Sekalipun Erwin telah diinformasikan terdaftar sebagai pasien dalam pengawasan kasus COVID-19. "Belum ada hasil pemeriksaan laboratorium, tetapi untuk keamanan semua pihak, jenazah telah ditangani sesuai standar jenazah akibat COVID-19," kata Sekretaris UI, Agustin Kusumayati, dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

    Terpisah, Leonita Triwachyuni, memastikan ayahnya, Bambang Sutrisna, tertular virus penyebab pneumonia itu. Menurut Leonita, Bambang tertular COVID-19 dari pasien yang ditanganinya.

    Pasien tersebut merupakan suspek COVID-19 dengan hasil rontgen paru-paru yang sudah putih. Pasien tersebut kemudian pulang paksa dari rumah sakit karena berbagai alasan. Dampaknya, menurut Leonita, ayahnya demam dan sesak napas, kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan namun tidak tertolong dan kemudian meninggal dunia. 

    "Saya tulis ini cuma mau minta tolong, please untuk yang punya pilihan jangan bandel #dirumahaja dan yang udah di rumah sakit jangan bandel sampai pulang paksa," kata Leonita dalam akun Instagramnya @nonznonz. 

    Leonita yang juga seorang dokter berharap apa yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk patuh pada anjuran pemerintah agar bekerja dari rumah. "Tetap berdiam diri di rumah agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus saluran infeksi pernapasan tersebut di tanah air."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.