BMKG Prakirakan Musim Kemarau Mulai April 2020

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)

    Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim kemarau di Indonesia mulai April 2020 seiring peralihan angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia).

    Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 17 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April mendatang yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

    Sebanyak 38,3 persen wilayah lainnya akan memasuki musim kemarau pada Mei 2020 meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi. Sementara 27,5 persen di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemarau pada Juni.

    “Musim kemarau tahun 2020 secara umum diprediksi lebih basah dari musim kemarau tahun 2019,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lewat siaran pers 23 Maret 2020.

    Walau begitu ada 30 persen ZOM yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering dari normalnya. Adapun puncak musim kemarau di sebagian besar daerah ZOM diprediksi akan terjadi pada Agustus 2020.

    Dwikorita mengingatkan peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya.

    Daerahnya mencakup sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah dan utara, sebagian Jawa Timur, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan tenggara.

    Hingga pertengahan Maret 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di dua Samudera, yaitu Samudera Pasifik Ekuator dan Samudera Hindia, menunjukkan tidak terdapat indikasi akan munculnya anomali iklim El Nino atau La Nina.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.