Rumah Sakit dan Kampus Bandung Buka Donasi Alat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Padjadjaran. TEMPO/Nita Dian

    Universitas Padjadjaran. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Bandung - Beberapa rumah sakit dan kampus di Bandung membuka donasi uang maupun alat-alat kesehatan bagi para dokter dan perawat untuk menghadapi virus Corona (COVID-19).

    Rumah Sakit Immanuel Bandung di laman resminya memasang poster donasi untuk beragam jenis alat perlindungan diri. Pengelola menyatakan tidak menerima sumbangan berupa uang dan meminta masyarakat berhati-hati kepada pihak yang meminta sumbangan uang dengan mengatasnamakan rumah sakit.

    Rincian alat perlindungan diri yang dibutuhkan, yaitu masker N95, coverall jumpsuit, goggles, sarung tangan disposable dan steril, shoe cover, face shield, hand sanitizer, alkohol 70 persen, dan imunomodulator atau vitamin daya tahan tubuh.

    Sementara Universitas Padjadjaran (Unpad) sejak 21 Maret 2020 menggalang dana untuk lima jenis donasi, yaitu hand sanitizer, logistik mahasiswa yang terdampak karantina di asrama, bantuan kuota internet bagi mahasiswa tidak mampu untuk kuliah daring, alat pelindung diri, serta dukungan aplikasi yang melayani publik soal virus Corona.

    "Total sementara dana yang terkumpul hingga 22 Maret yaitu Rp 170 juta lebih," kata Dandi Supriadi, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Senin 23 Maret 2020.

    Donasi terbanyak untuk alat perlindungan diri dari 86 penyumbang senilai Rp 79,6 juta. Kemudian untuk logistik mahasiswa asrama Rp 32,5 juta, lalu untuk hand sanitizer Rp 26,8 juta.

    Penanggung Jawab Program Donasi Unpad Siaga COVID-19 Mengabdi Untuk Negeri Edi Jaenudin lewat keterangan tertulis menyatakan Unpad juga memerlukan dukungan fasilitas dan sumber daya medis. Alasannya karena institusi pendidikan ini memutuskan untuk berperan aktif di garda terdepan dalam penanganan wabah COVID-19.

    "Unpad menerjunkan tenaga medis serta menggunakan fasilitas Rumah Sakit Pendidikan Unpad, terutama di RS Hasan Sadikin Bandung,“ ujarnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.