Eijkman Undang Para Peneliti, Indonesia Mau Bikin Vaksin Corona

Sebuah tanda isolasi virus terlihat di pintu laboratorium saat teknisi laboratorium mempersiapkan media tumbuh virus di Eijkman Institute, Jakarta, 31 Agustus 2016. Laboratorium ini mampu mendiagnosis virus Zika. REUTERS/Darren Whiteside

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengundang seluruh institusi terkait untuk upaya produksi vaksin infeksi virus corona COVID-19 dalam waktu yang pendek. Eijkman sudah memulainya dengan berkomunikasi dengan Bio Farma sebagai industri yang memproduksi vaksin.

“Intinya kami membutuhkan para ahli yang membidangi pertama tentu imunologi, vaksinologi, virologi, animal experimen, molekuler kloning dan juga bioinformatic. Itu yang akan kami undang untuk bisa bergabung,” ujar Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio, Kamis 26 Maret 2020.

Amin menyatakan itu dalam video conference dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. Eijkman tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang dibentuk dan diumumkan Bambang dalam konferensi video itu.

Konsorsium mendapat alokasi anggaran Rp 20 miliar untuk membuat riset dan inovasi yang bisa menghambat wabah COVID-19 di Indonesia, dan pembuatan vaksin termasuk di antaranya. “Proses pengembangan vaksin cukup lama, 12 bulan, walaupun begitu kita harapkan lebih pendek. Karena waktunya yang sempit, oleh karena itu dibutuhkan komitmen dari para peneliti,” kata Amin.

Profesor Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia itu berharap bisa menghasilkan satu vaksin yang bisa membangkitkan respon imun yang sangat baik. Bukan hanya untuk saat ini, tapi bisa melindungi masyarakat dari infeksi virus corona berikutnya.

"Hingga saat ini dunia sudah mengalami serangan tiga virus corona mematikan: SARS, MERS, dan sekarang COVID-19," kata Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik UI itu. 

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), proses pembuatan vaksin membutuhkan waktu hingga 18 bulan, dengan standar negara maju, dan punya sumber daya yang mumpuni. Oleh karena itu, Amin menerangkan, kemungkinan ketika vaksin sudah ada, pandemi saat ini sudah selesai. Namun, dia berujar, kemampuan Pembuatan vaksin harus tetap dijaga dan dipelihara.

"Karena jika ada ancaman berikutnya ‘tinggal pencet’ saja untuk langsung bisa memproduksi vaksin secara massal."

Saat ini, Eijkman belum bisa menyampaikan detail bagaimana proses pembuatan vaksin tersebut. Amin menargetkan, vaksin bisa membangkitkan atau menstimulasi antibodi sehingga bisa membuat health imunity terhadap masyarakat.

“Tentunya vaksin harus bisa punya sifat protektif atau melindungi dari infeksi virus dan kalaupun terinfeksi tidak parah,” ujar dia. Dan Amin berharap, “vaksin ini akan memiliki sifat cross protective terhadap virus corona.”

Dalam keterangannya, Menristek Bambang menyebut pembuatan vaksin merupakan prioritas jangka panjang. Di prioritas inivaksin satu kelompok dengan pengembangan obat. 

Untuk prioritas jangka pendek, Menristek menunjuk pengembangan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, sterilization chamber, serta pengkajian terhadap sediaan bahan alami sebagai peningkat imun tubuh untuk mencegah COVID-19.

Sedangkan, jangka menengah fokus pada pengembangan dan pengkajian Rapid Test Kit COVID-19 baik deteksi awal maupun akhir (late detection), pengembangan suplemen, dan multivitamin. "Serta immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia, salah satunya jambu biji."






Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

1 jam lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

10 jam lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

10 jam lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

1 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

3 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

5 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

6 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.