Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Corona di Iran dan Kekebalan Anak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ulama Iran mengoleskan parfum ke hidung pasien infeksi virus Corona di rumah sakit dan tak kemudian pasien tewas. [ARAB NEWS]

    Ulama Iran mengoleskan parfum ke hidung pasien infeksi virus Corona di rumah sakit dan tak kemudian pasien tewas. [ARAB NEWS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Iran bersiap menghadapi kemungkinan gelombang kedua wabah virus corona COVID-19. Pemerintahnya berjanji akan menerapkan langkah tegas setelah jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi 2.077 orang per Rabu 25 Maret 2020.

    Berita terpopuler selanjutnya mengenai penjelasan peneliti tentang rahasia kekebalan tubuh anak yang membuatnya kebal efek mematikan virus yang sama. Penjelasan itu relevan dengan kasus seorang bayi lelaki berumur 1,5 bulan di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung telah dinyatakan negatif COVID-19. Statusnya berubah dari sebelumnya positif setelah didapat hasil tes swab (apus) kedua, Selasa 24 Maret 2020.

    Lainnya, rumah sakit terbesar di negara bagian New York, Amerika Serikat, memberikan dosis besar vitamin C juga kepada pasien virus corona COVID-19. Mereka menerapkannya karena berdasarkan laporan, vitamin C dosis tinggi dapat membantu para pasien di Cina.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang Kamis 26 Maret 2020,



    1. Warga Tak Patuh, Iran Bersiap untuk Gelombang Kedua Wabah Corona

    Iran bersiap menghadapi kemungkinan gelombang kedua wabah virus corona COVID-19. Pemerintahnya berjanji akan menerapkan langkah tegas setelah jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi 2.077 orang per Rabu 25 Maret 2020.

    Juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei, mengatakan, gelombang kedua wabah virus corona karena tidak sedikit warga Iran yang tidak mematuhi anjuran menghentikan penyebaran virus di negara itu.

    "Sayangnya, beberapa warga Iran mengabaikan saran dari para pejabat kementerian kesehatan dan masih saja bepergian selama hari libur Tahun Baru (Iran)," katanya melalui siaran stasiun televisi negara itu.

     

    2. Kasus Bayi di Bandung, Ini Kata Peneliti Soal Imun Anak Vs Corona

    Seorang bayi lelaki berumur 1,5 bulan di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung telah dinyatakan negatif infeksi virus corona COVID-19. Statusnya berubah dari sebelumnya positif setelah didapat hasil tes swab (apus) kedua, Selasa 24 Maret 2020.

    Tak ada keterangan mengenai riwayat bayi tersebut maupun infeksi yang sempat dialaminya itu. Namun sebuah studi yang pernah dilakukan terhadap 44.672 pasien infeksi virus itu di Wuhan, Cina, mendapati kalau jumlah anak-anak tak sampai satu persen, dan nol persen untuk 1.023 kematian yang terjadi.

    Akiko Iwasaki di Yale University, Amerika Serikat, mengatakan kalau belum ada yang bisa menjelaskan dengan baik apa yang melindungi anak-anak dari COVID-19. Tapi dia dan para peneliti lain menduganya terkait dengan keunikan sistem imun tubuh anak dalam merespons virus-virus tersebut.

     

    3. Rumah Sakit di New York Rawat Pasien Corona dengan Vitamin C

    Rumah sakit terbesar di negara bagian New York, Amerika Serikat, memberikan dosis besar vitamin C kepada pasien virus corona COVID-19. Berdasarkan laporan, vitamin C dapat membantu orang-orang di Cina yang terinfeksi virus itu.

    Andrew G. Weber, seorang ahli paru dan spesialis perawatan kritis yang berafiliasi dengan dua fasilitas Northwell Health di Long Island, mengatakan pasien perawatan intensif dengan virus corona segera menerima 1.500 miligram infus vitamin C.

    “Jumlah identik dari antioksidan kuat itu kemudian diberikan kembali tiga atau empat kali sehari,” ujar Weber, seperti dikutip laman New York Post, Selasa, 24 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.