BMKG: Getaran Gempa Mindanao 6,1 M Sampai ke Sulawesi Utara

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik 6,1 Magnitudo mengguncang wilayah Mindanao, Filipina. Lindu itu terekam pada Kamis 26 Maret 2020 pukul 22.38.03 WIB.  

    Wilayah Mindanao Filipina terguncang oleh gempa itu. Getarannya terasa sampai wilayah Indonesia yakni di daerah Tahuna dan Melonguane dalam skala intensitas III-IV MMI dimana getaran dirasakan oleh orang banyak.

    Sedangkan di Pulau Siau, Manado, dan Bitung guncangan gempa terasa dalam skala intensitas II-III MMI. Getaran dengan skala intensitas itu diilustrasikan dirasakan seakan akan truk berlalu.

    “Gempa yang terjadi akibat subduksi lempeng pada Palung Cotabato di selatan Mindanao, Filipina,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Daryono, lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat 27 Maret 2020.

    Daryono menyebutkan sumber gempa atau episentrum terletak pada koordinat 5,58 LU dan 125,16 BT. Lokasi tepatnya berada di laut yang berjarak sekitar 222 kilometer arah Utara Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

    "Sumber gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 56 kilometer," katanya sambil menambahkan hasil pemodelan menunjukkan tidak ada potensi tsunami. "Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," kata Daryono lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.