Wabah COVID-19: Aksi Earth Hour 33 Kota Live di Instagram

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah karyawan hotel berpose di sekitar lilin yang dinyalakan untuk memperingati Earth Hour di lantai dua Hotel Aston, Kupang, NTT, Sabtu 30 Maret 2019. Aston Kupang mengajak seluruh masyarakat di NTT untuk  bersama-sama mulai menerapkan gaya hidup hemat energi. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    Sejumlah karyawan hotel berpose di sekitar lilin yang dinyalakan untuk memperingati Earth Hour di lantai dua Hotel Aston, Kupang, NTT, Sabtu 30 Maret 2019. Aston Kupang mengajak seluruh masyarakat di NTT untuk bersama-sama mulai menerapkan gaya hidup hemat energi. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 33 kota di Indonesia akan berpartisipasi dalam aksi Earth Hour pada Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Aksi akan digelar serentak melalui aplikasi Instagram (Instagram Live) di akun @ehindonesia karena bersamaan dengan pandemi COVID-19.

    “Tempat tinggal kita ini hanya satu, kita harus serius menyelamatkannya," kata Acting CEO WWF Indonesia, Lukas Adhyakso, tentang uniknya pelaksanaan tahun ini.

    Lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat 27 Maret 2020, Lukas menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat di kegiatan Earth Hour serta peran serta individu melalui platform Voice for the Planet. Menurutnya, itu berarti sudah membantu pemimpin negara dan dunia untuk dapat menghasilkan keputusan yang mendukung perbaikan kesehatan dan pelestarian bumi serta mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh mahluk hidup. 

    Yayasan WWF Indonesia pertama kali menggelar Earth Hour pada 2009. Kegiatan utamanya ialah mengajak peran serta masyarakat untuk mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama satu jam di rumah hingga ikon-ikon kota.

    Pada tahun ini, di tengah perjuangan melawan krisis kesehatan akibat wabah COVID-19, Indonesia bersama lebih dari 180 negara lainnya tetap melaksanakan peringatan Earth Hour. Ragam kegiatan virtual dalam jaringan yang digelar diberi tajuk “Earth Hour di Rumah”. 

    Tidak hanya melakukan kegiatan switch-offEarth Hour tahun ini memfasilitasi masyarakat untuk menyuarakan harapan dan komitmennya melalui pengumpulan suara online di https://www.wwf.id/voice-planet berjudul “Voice for the Planet”.

    Tiap individu dapat memilih satu atau lebih isu-isu lingkungan yang menurutnya sangat mendesak yaitu sampah plastik; transportasi dan energi; satwa liar dan hutan; serta air dan pangan. Suara masyarakat yang terhimpun diharapkan dapat menjadi basis dan fokus kerja bagi pemimpin negara dan pembuat keputusan, pemimpin perusahaan, lembaga, serta organisasi dalam merespon berbagai isu lingkungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.