Awas Mudah Terbakar, Ini Komposisi Hand Sanitizer Menurut BPOM

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa Kelas XI jurusan Kimia Industri memproduksi pembersih tangan atau 'hand sanitizer' Antiseptic Instant Spray di SMK Muhammadiyah Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin 16 Maret 2020. Siswa jurusan Kimia Industri itu berinovasi memproduksi 'hand sanitizer' dengan kadar alkohol 70 persen sebagai antisipasi untuk pencegahan wabah virus Corona (COVID-19) yang dijual seharga Rp15.000 per botol ukuran 30 mililiter hingga Rp35.000 per botol ukuran 100 mililiter. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Siswa Kelas XI jurusan Kimia Industri memproduksi pembersih tangan atau 'hand sanitizer' Antiseptic Instant Spray di SMK Muhammadiyah Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin 16 Maret 2020. Siswa jurusan Kimia Industri itu berinovasi memproduksi 'hand sanitizer' dengan kadar alkohol 70 persen sebagai antisipasi untuk pencegahan wabah virus Corona (COVID-19) yang dijual seharga Rp15.000 per botol ukuran 30 mililiter hingga Rp35.000 per botol ukuran 100 mililiter. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan edaran cara membuat penyanitasi tangan atau hand sanitizer yang sesuai dengan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bukan hanya bahan dan komposisinya tapi juga cara pakainya.

    Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Profesor Wiku Adisasmito mengungkap itu dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin 29 Maret 2020. "Dalam rangka pencegahan COVID-19, penggunaan antiseptik seperti hand sanitizer dapat digunakan tetapi tidak berlebihan agar tidak menimbulkan iritasi kulit," katanya.

    Wiku mengatakan, bahan-bahan untuk membuat penyanitasi tangan sesuai dengan edaran BPOM adalah etanol 96 persen, gliserol 98 persen, hidrogen peroksida tiga persen, dan air steril atau aquades. Selain jangan sampai menimbulkan iritasi pada kulit, kandungan bahan baku yang mudah terbakar juga harus diwaspadai.

    "Hati-hati terhadap kandungan bahan yang mudah terbakar, terutama terhadap orang yang merokok atau bekerja di dapur," katanya.

    Menurut Wiku, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir masih menjadi cara paling ampuh untuk membunuh virus. Apabila tidak terdapat sabun, penyanitasi tangan bisa digunakan. "Selain itu langsung mandi setelah beraktivitas di luar rumah," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.