Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Corona di Indonesia, Malaysia, Cina

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga meletakkan jeriken saat antre untuk mendapatkan cairan disinfektan gratis di Vertical Rescue Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 Maret 2020. Vertical Rescue Indonesia membagikan cairan disinfektan secara gratis sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona. TEMPO/Prima Mulia

    Warga meletakkan jeriken saat antre untuk mendapatkan cairan disinfektan gratis di Vertical Rescue Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 Maret 2020. Vertical Rescue Indonesia membagikan cairan disinfektan secara gratis sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang perkembangan infeksi virus corona COVID-19 sebagai bagian pandemi global di Indonesia. Sejak kasus pertamanya dikonfirmasi pada 2 Maret lalu, jumlah kasus infeksi yang dikonfirmasi pemerintah seperti tak terbendung, bahkan menjadi yang terfatal di Asia Tenggara.

    Berita terpopuler selanjutnya, Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom, memastikan kandungan dalam cairan yang disemprotkan dalam bilik-bilik disinfektan yang dipasang di sejumlah titik di Kota Surabaya, Jawa Timur, aman buat manusia. Dia menanggapi pernyataan sejumlah kalangan termasuk dari WHO kalau bilik sterilisasi orang menggunakan disinfektan tak dianjurkan.

    Artikel lainnya, penambahan kasus infeksi COVID-19 di Cina yang berasal dari penularan luar negeri memunculkan risiko gelombang kedua wabah penyakit itu. Padahal angka kasus dari penularan lokal telah menurun tajam.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini, Senin 30 Maret 2020:

    1. COVID-19 di Asia Tenggara: Malaysia Terbanyak, Indonesia Terfatal

    Tiga bulan sudah berselang sejak epidemi virus corona jenis baru terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada akhir Desember 2019. Kini virus penyebab pneumonia akut atau COVID-19 itu telah menjadi pandemi di dunia. 

    Peta penyebaran wabah yang dibuat Jhons Hopkins University and Medicine menunjukkan penyakit itu telah menyebar hingga ke 177 negara atau 202 negara menurut data WHO. Tak terkecuali Indonesia.

    Di Indonesia kasusnya yang pertama baru dikonfirmasi pada 2 Maret lalu. Tapi, sejak itu, pertumbuhan jumlah kasusnya yang dikonfirmasi pemerintah tak terbendung yakni mencapai 1.285 kasus per 30 Maret 2020 dinihari. 

    Beberapa negara seperti Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia telah menemukan mengumumkan penularan virus itu sejak Februari, bahkan Januari. Tapi jumlah kasusnya sudah langsung disaingi bahkan dilampaui Indonesia. Untuk kasus korban meninggal, Indonesia bahkan sudah menjadi yang terbesar di antara tetangganya itu.

    2. Bilik Disinfektan di Surabaya Disoal, Begini Unair Menjawab

    Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom, memastikan kandungan dalam cairan yang disemprotkan dalam bilik-bilik disinfektan yang dipasang di sejumlah titik di Kota Surabaya, Jawa Timur, aman buat manusia. "Insya Allah aman untuk manusia, intinya aman asal campurannya benar," katanya, Minggu 29 Maret 2020.

    Nidom menerangkan kalau bahan aktif yang digunakan adalah benzalkonium chloride. Bahan aktif itu disebutnya masuk dalam golongan ammonium quartener, "Dan itu aman untuk manusia karena levelnya tingkat rendah."

    Benzalkonium chloride biasa digunakan untuk penyemprotan kandang ternak juga, namun Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin di Professor Nidom Foundation (PNF) ini memastikan tetap tidak ada masalah. "Yang terpenting adalah tujuannya untuk membunuh mikroorganisme. Nah, kebetulan mungkin banyak dipasarkan di wilayah peternakan, tapi itu tidak ada masalah. Insya Allah aman," katanya.

    3. Cina Antisipasi Babak Baru Wabah COVID-19 di Negerinya

    Penambahan kasus infeksi COVID-19 di Cina yang berasal dari penularan luar negeri memunculkan risiko gelombang kedua wabah penyakit itu. Padahal angka kasus dari penularan lokal telah menurun tajam.

    "Tercatat sebanyak 693 kasus akumulatif yang masuk ke Cina dari luar negeri, yang berarti kemungkinan babak baru infeksi masih relatif besar," kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Mi Feng, pada Minggu 29 Maret 2020.

    Selama tujuh hari terakhir, dilaporkan sebanyak 313 kasus impor terjadi di Cina. Sedangkan hanya enam kasus yang muncul akibat penularan lokal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.