Polisi Inggris: Tes Corona Palsu Banyak Dijual Online

Petugas kesehatan menunjukan test kit berisi sampel darah warga saat rapid test untuk deteksi virus corona di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2020. Rapid test dianggap efektif untuk mengetahui peta wilayah sebaran virus corona yang menginfeksi warga. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Kota Lancaster, Inggris, memperingatkan masyarakat terkait test kit atau alat uji virus corona palsu yang dijual melalui online. Alat yang dijual tersebut tidak benar-benar menguji penyakit COVOD-19 yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia.

“Alat uji virus corona yang dijual online itu adalah palsu dan tidak akan benar-benar menguji penyakit Anda,” demikian bunyi pernyataan publik pihak berwenang, seperti dikutip laman Pennlive, Sabtu, 28 Maret 2020.

Polisi Lancaster mengatakan setidaknya dua contoh di seluruh dunia, di mana orang membuat test kit palsu dan menjualnya untuk mengambil keuntungan, bisa dijual online, bahkan melakukan penjualan langsung ke konsumen.

Salah satu produk palsu adalah berbentuk botol yang dicetak dengan tulisan “Corona Virus 2019nconv (COVID-19)” dan “Virus1 Test Kit."

"Jangan biarkan penipu memanfaatkan ketakutan atau ketidakpastian Anda," kata polisi. Sambil menambahkan, “jangan beri mereka uangmu."

Tes yang otentik dapat diperoleh melalui Departemen Kesehatan Pennsylvania atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Pihak berwenang juga mengatakan setiap kegiatan penipuan terkait dengan virus corona harus dilaporkan ke Kantor Jaksa Agung Pennsylvania, demikian dilaporkan LancasterOnline.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menerangkan bahwa rapid test yang dijual secara online tercatat jumlahnya puluhan.

Dia memperingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia harus berhati-hati dan harus dilihat bagaimana efektivitasnya. “Ternyata ada 60-an rapid test yang ada di pasar internasional,” kata dia melalui live streaming, Jumat, 27 Maret 2020 lalu.

Repotnya, dokter spesialis penyakit dalam itu menambahkan, jika menggunakan rapid test yang tidak valid, kemudian dinyatakan negatif padahal sebenarnya positif itu akan membuat penggunanya merasa yakin bahwa dia negatif. “Tanpa pencegahan ini yang berbahaya, tapi kalau dia positif harus dilihat juga gejalanya bagaimana,” tutur Ari.

Lulusan Ilmu Biomedik FKUI itu meminta masyarakat tetap melakukan konfirmasi kepada dokter. Jika tidak ada gejala tapi dinyatakan positif, Ari menyarankan berdiam saja di rumah, karena kapasitas rumah sakit yang terbatas.

“Saya tidak merekomendasikan rapid test yang sembarangan, tidak jelas, rapid test yang sekarang digunakan juga sebenarnya kita lakukan uji diagnosis lebih dulu apakah memiliki sensitivitas atau tidak,” ujar Guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu.

PENNLIVE | LANCASTER ONLINE






Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

2 jam lalu

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan prospek cerah.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

1 hari lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

1 hari lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

2 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

5 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

5 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

7 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

7 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.