Terobosan Amerika, Masker N95 Bisa Dipakai Ulang Petugas Medis

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesibukan petugas medis saat mengevakuasi pasien suspect virus Corona di Pelabuhan Miami, Florida, AS, 26 Maret 2020. Hingga Jumat (27/3) pagi, peta penyebaran Covid-19 menunjukkan jumlah pasien Corona di AS mencapai 85.505 orang. Jumlah itu melampaui total pasien Corona di Cina, yaitu 81.782 orang. REUTERS

    Kesibukan petugas medis saat mengevakuasi pasien suspect virus Corona di Pelabuhan Miami, Florida, AS, 26 Maret 2020. Hingga Jumat (27/3) pagi, peta penyebaran Covid-19 menunjukkan jumlah pasien Corona di AS mencapai 85.505 orang. Jumlah itu melampaui total pasien Corona di Cina, yaitu 81.782 orang. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump mengumumkan terobosan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) yang akan memungkinkan petugas medis mensterilkan masker N95 yang saat ini pasokannya sangat terbatas. Mesin-mesin dari perusahaan berbasis di Ohio, Battelle, dapat mensterilkan 120 ribu masker setiap hari.

    Trump mengarahkan FDA untuk memberi Battelle lampu hijau setelah Gubernur Ohio Mark DeWine mengabarkan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan. "Aku sudah bertanya, kenapa kita membuang masker ini?" ujar Trump, seperti dikutip laman New York Post, Senin 30 Maret 2020.

    Perawat dan dokter telah meminta untuk memperbanyak masker N95. Ini terkait kekhawatiran bahwa mereka telah mempertaruhkan hidup untuk merawat pasien yang terinfeksi virus penyebab COVID-19 tanpa perlindungan yang sesuai.

    Masker P2/N95. Directindustry.de

    Pengumuman itu bersamaan dengan desakan Trump agar proses pemeriksaan massal kasus COVID-19 bisa dilakukan lebih cepat lagi. Amerika Serikat kini beralih menjadi negara penyumbang kasus infeksi terbesar di dunia dengan angka kematian yang juga terus bertambah karena pandemi virus penyebab pneumonia akut itu.

    Menjawab desakan itu Komisaris FDA, Stephen Hahn, mengumumkan alat pengujian yang bisa memberi hasil dalam lima menit. Alat akan tersedia di klinik dokter, instalasi gawat darurat, dan tempat tes drive-through bulan depan.

    Menurut Hahn, proses penggunaan alat tersebut sama seperti tes untuk flu atau radang di mana pasien yang ingin diperiksa datang ke klinik kesehatan. "Anda bisa mendapatkan jawaban dalam beberapa menit setelah tes ini dilakukan," kata Hahn.

    Perangkat itu diproduksi oleh Abbott Laboratories yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat. Hahn menerangkan, biasanya produksi akan memakan waktu 12 bulan untuk datang sampai ke pasar, tapi dukungan FDA dan pemerintah membuat yang satu ini jauh lebih cepat.

    NEW YORK POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.