Mahasiswa UI Bikin Aplikasi Asesmen Risiko COVID-19 EndCorona

Aplikasi EndCorona. Kredit: FKUI

TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Universitas Indonesia dari Fakultas Kedokteran (FKUI) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI) mengembangkan platform penyedia asesmen risiko terkena COVID-19 bernama EndCorona. Aplikasi itu dilengkapi dengan berbagai fitur yang membantu masyarakat dalam menghadapi wabah COVID-19 di Indonesia.

Dalam peluncuran yang dilakukan secara live streaming di akun YouTube Medicine UI, Founder EndCorona Arya Lukmana menerangkan EndCorona bisa mengasesmen gejala pengguna dan wadah bagi masyarakat untuk memahami pandemi virus corona.

“Yang kami angkat adalah kepanikan masyarakat terhadap pandemi, tidak adanya platform, kurangnya edukasi, maraknya berita hoaks dan kebingungan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi virus corona,” ujar mahasiswa FKUI itu, Rabu, 1 April 2020.

Selain Arya, beberapa mahasiswa lain yang ikut mengembangkan dari FKUI adalah Lubna Djafar, Sarah Latifa Raharja, Sania Zahrani, Violine Martalia, Irene Audrey D. P., Alifia Maharani, dan Aditya Parawangsa.

Sedangkan dari Fasilkom UI terdiri dari M. Fawwaz Syarif, Albertus Angga Raharja, Ricky Chandra J., Windi Chandra, M. Ashlah, Adyanissa F. Kirana, Eugene Brigita Lauw, dan Amrisandha Prasetyo. 

Platform tersebut hadir dalam bentuk aplikasi di sistem operasi Android dan iOS, situs web, serta kanal media sosial Instagram dan Twitter. Fitur yang hadir dalam aplikasi juga akan terdapat asesmen kerentanan COVID-19, hotline lengkap rumah sakit dan dinas kesehatan daerah, helpline FKUI, konten edukasi dan berita terpercaya, statistik harian, serta data tracking untuk penelitian.

“Hasil asesmen di dalam aplikasi kami bagi dalam empat kategori, yaitu risiko rendah, hati-hati, rentan, dan sangat rentan. Hasil ini didasarkan oleh pengkajian mendalam tim FKUI-RSCM dari jurnal ilmiah yang terpercaya,” tutur Arya. 

Selain itu, pengembangan aplikasi juga dibantu para pembimbing dari masing-masing fakultas, di antaranya Prasandhya A. Yusuf (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), Eric Daniel Tenda (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI), Anindya P. Susanto (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI) dan Dewi Friska (Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI).

Prasandhya menambahkan, aplikasi yang menggunakan teknologi cloud itu ide awalnya murni dari para mahasiswa, sementara dia dan dosen lainnya hanya sebagai pendamping. “Kegiatan ini diawali dengan membuat kuesioner yang divalidasi, yang akan terus dikembangkan fiturnya dalam mitigasi penyebaran COVID-19. Semoga bisa bermanfaat untuk Indonesia,” kata dia.

Menurut Prasandhya, aplikasi yang dibuat oleh tim multidisiplin ilmu itu diharapkan bisa memberikan informasi COVID-19 terkini, dan menangkal hoaks. “Dan dibuat sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dan dosen dalam memutus rantai infeksi COVID-19 di Indonesia,” ujarnya.






Keluarga Mahasiswa UI Hasya Athallah Tetap Tempuh Jalur Hukum Meski Status Tersangka Dicabut

7 menit lalu

Keluarga Mahasiswa UI Hasya Athallah Tetap Tempuh Jalur Hukum Meski Status Tersangka Dicabut

Ibu Mahasiswa UI Hasya Athallah mengatakan tetap menempuh jalur hukum dan menolak upaya restorative justice.


Top 3 Metro: Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka Mahasiswa UI, Bukti Kepemilikan Tanah Bripka Madih

2 jam lalu

Top 3 Metro: Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka Mahasiswa UI, Bukti Kepemilikan Tanah Bripka Madih

Berdasarkan hasil rekonstruksi tabrakan mahasiswa UI Hasya Athallah Saputra, polisi juga menemukan bukti baru.


Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

4 jam lalu

Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

Status Muhammadiyah Hasya sebagai tersangka akhirnya dibatalkan oleh Polda Metro Jaya. Selain Hasya, polisi juga pernah membatalkan status tersangka dalam sejumlah kasus lainnya.


Status Tersangka Mahasiswa UI Korban Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi Dicabut, Ini 5 Faktanya

10 jam lalu

Status Tersangka Mahasiswa UI Korban Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi Dicabut, Ini 5 Faktanya

Polda Metro mencabut status tersangka terhadap almarhum Hasya Athallah, mahasiswa UI yang tewas ditabrak pensiunan polisi.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

18 jam lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Cara Keluar Grup WhatsApp tanpa Ketahuan Anggota Lain

19 jam lalu

Cara Keluar Grup WhatsApp tanpa Ketahuan Anggota Lain

Tidak banyak yang tahu, bahwa keluar dari grup WhatsApp ternyata bisa tanpa ketahuan anggota lain.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

21 jam lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Polda Metro Cabut Status Tersangka Almarhum Hasya Athallah

21 jam lalu

Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Polda Metro Cabut Status Tersangka Almarhum Hasya Athallah

Kuasa hukum Hasya Athallah mengapresiasi keputusan Polda Metro yang mencabut status tersangka dan meminta maaf secara terbuka ke publik.


Polda Metro Cabut Status Tersangka Almarhum Hasya, Rehabilitasi Nama Baik dan Meminta Maaf

1 hari lalu

Polda Metro Cabut Status Tersangka Almarhum Hasya, Rehabilitasi Nama Baik dan Meminta Maaf

Polda Metro akhirnya mencabut status tersangka terhadap Hasya, mahasiswa UI yang tewas karena ditabrak pensiunan polisi.


Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

1 hari lalu

Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

Polda Metro Jaya membeberkan hasil rekonstruksi kasus tabrakan mahasiswa UI. Hasilnya ditemukan bukti baru dan adanya kesalahan prosedur.