Menteri Kesehatan Israel dan Istri Positif COVID-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memakai masker saat dia berjalan di pasar di Ashkelon ketika Israel memperketat kebijakan tinggal di rumah menyusul penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Ashkelon, Israel 20 Maret 2020.[AMIR COHEN / REUTERS]

    Seorang pria memakai masker saat dia berjalan di pasar di Ashkelon ketika Israel memperketat kebijakan tinggal di rumah menyusul penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Ashkelon, Israel 20 Maret 2020.[AMIR COHEN / REUTERS]

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Menteri kesehatan Israel Yaakov Litzman dan istrinya didiagnosa terinfeksi virus corona COVID-19. Keduanya kini menjalani isolasi mengikuti imbauan yang ditetapkannya sendiri melalui Kementerian yang dipimpinnya. 

    Yaakov Litzman, sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kerap mendampingi perdana menteri memberikan informasi terbaru soal penyebaran pandemi dan langkah baru untuk memerangi virus tersebut. 
    Namun pejabat berusia 71 tahun itu mengurangi kehadirannya di hadapan publik dalam beberapa pekan belakangan.

    Kementerian Kesehatan menyatakan kondisi Litzman beserta istri baik. "Penyelidikan epidemilogis akan dilakukan, dan permintaan isolasi akan dilayangkan bagi mereka yang telah melakukan kontak dengan (menteri) dan istrinya dalam dua pekan belakangan."

    Netanyahu terbukti negatif infeksi virus corona penyebab pneumonia akut itu pada Senin. Dia menjalani pemeriksaan setelah salah seorang stafnya dinyatakan positif COVID-19. Netanyahu sendri menjalani karantina mandiri hingga Rabu malam, namun belum diketahui pasti apakah ia melakukan kontak dengan Litzman atau tidak.

    Israel melaporkan sedikitnya 25 kematian dengan 6.000 lebih kasus infeksi COVID-19. Pembatasan ketat mengekang sebagian besar warga Israel di rumah mereka, memaksa penutupan usaha serta menyebabkan lonjakan pengangguran lebih dari 24 persen.

    Litzman merupakan ketua partai Yahudi ultra-Orthodoks dan ia telah meminta komunitasnya mematuhi imbauan Kementerian Kesehatan setelah sejumlah pendeta dan anggota meragukan risiko virus corona tersebut.

    Dari kawasan Timur Tengah, Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, juga telah terkonfirmasi positif COVID-19 pada Februari lalu. Dia sudah tampak batuk-batuk dan berkeringat ketika tampil memberikan keterangan pers pada Senin 24 Februari 2020. Lewat rekaman video yang disiarkan stasiun televisi milik pemerintah Iran, Selasa, Iraj menunjukkan ketegarannya dengan mengumumkan kalau dia telah tertular virus itu.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.