Direktur CDC: 25 Persen Orang Terinfeksi COVID-19 Tanpa Gejala

Reporter

Editor

Erwin Prima

Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam wawancaranya dengan NPR, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Dr. Robert Redfield mengatakan ketika para peneliti AS mempelajari lebih banyak tentang virus corona baru COVID-19, mereka menyimpulkan bahwa kemungkinan infeksi virus itu sekitar tiga kali lebih tinggi daripada flu.

"Salah satu informasi yang telah kami konfirmasi cukup banyak sekarang adalah bahwa sejumlah besar orang yang terinfeksi sebenarnya tidak menunjukkan gejala," kata Redfield, sebagaimana dikutip SFist, Rabu, 1 April 2020.

"Itu mungkin sebanyak 25 persen. Itu penting, karena sekarang Anda memiliki individu yang mungkin tidak memiliki gejala yang dapat berkontribusi pada penularan, dan kami telah belajar bahwa sebenarnya mereka berkontribusi pada penularan."

Di sisi lain, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim bahwa virus itu tidak terbawa udara (aerosol) dalam partikel mikroskopis, para pakar AS mulai menentangnya.

Seperti kasus paduan suara di Washington State, virus ditularkan melalui menghembuskan napas atau berada di ruang tertutup dengan orang yang tanpa gejala tetapi terinfeksi.

Latihan paduan suara yang berlangsung pada awal Maret di Skagit, Washington, itu ternyata menjadi acara penyebaran luas (super-spreading) COVID-19, di mana 45 dari 60 orang terinfeksi virus corona. Tidak ada yang menunjukkan gejala pada saat itu, dan tidak ada yang berpelukan atau berjabat tangan, tetapi mereka menghabiskan dua setengah jam bernyanyi di ruang tertutup.

Akibatnya, CDC kemungkinan akan segera mengumumkan bahwa lebih banyak orang harus mengenakan masker di ruang publik, dan Redfield mengatakan bahwa pedoman tersebut sekarang sedang ditinjau ulang secara kritis.

Benjamin Cowling, seorang ahli epidemiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan kepada New York Times Rabu, bahwa masker dari beberapa jenis mungkin selalu disarankan di depan umum, dan pernyataan dari WHO bahwa virus hanya menyebar pada tetesan (droplet) adalah salah.

"WHO mengatakan transmisi aerosol tidak terjadi, yang ... membingungkan," katanya. Meskipun dia memperingatkan orang-orang agar tidak terlalu paranoid saat melewati seseorang di toko atau di trotoar.

"Jika Anda melewati orang yang terinfeksi, Anda akan memiliki peluang penularan yang sangat, sangat rendah, "kata Cowling.

CDC berhipotesis bahwa, seperti virus pernapasan lainnya, akan ada musim untuk virus yang satu ini dan tingkat penularannya. Redfield menyarankan untuk melakukan lebih banyak studi di wilayah negara di mana tingkat penularan tetap sangat rendah.

SF NEWS | NPR






Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

3 jam lalu

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan prospek cerah.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

1 hari lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

1 hari lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

2 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

5 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

5 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

5 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

6 hari lalu

Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat menyebut obat buat India ini menyebabkan setidaknya 55 kasus kehilangan penglihatan permanen, rawat inap, dan satu kematian.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

7 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.