Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Risiko Rendah Corona Darah O

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang para peneliti mengumpulkan data pengkodean genetik dan perbedaannya dari para pasien infeksi virus corona COVID-19. Studi menemukan pengurangan risiko infeksi yang signifikan pada orang dengan golongan darah O. Ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh peneliti di Cina.

    Berita terpopuler selanjutnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengklaim telah menemukan lima jenis senyawa yang diyakini bisa menjadi obat bagi pasien terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19. Lainnya, Korea Selatan menerima permintaan dari 121 negara untuk membantu penyediaan alat tes cepat atau rapid test kit virus corona COVID-19. Cara Korea menghambat penyebaran virus itu menuai pujian negara-negara tersebut.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Penelitian: Pasien Golongan Darah O Lebih Kuat Hadapi COVID-19

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Para peneliti di seluruh dunia sedang berusaha mengungkap apakah variasi DNA di antara manusia mempengaruhi seberapa rentan individu terhadap infeksi virus corona COVID-19. Mereka mengumpulkan data pengkodean genetik dan perbedaannya dari para pasien infeksi virus itu. 

    Inisiatif yang disebut Genetika Host Global COVID-19 itu dipimpin oleh Andrea Ganna, ahli genetika di Institute of Molecular Medicine Finland, University of Helsinki, Finlandia. Dia dan timnya membandingkan pasien dengan infeksi ringan dengan mereka yang memiliki kasus parah.

    "Saya mengharapkan gen kerentanan pertama akan teridentifikasi dalam beberapa bulan. Kami melihat ada begitu besar perbedaan dari hasil berbagai uji klinis di banyak negara," kata Ganna, seperti dikutip dari laman South China Morning Post, 1 April 2020.

    Studi juga menemukan pengurangan risiko infeksi yang signifikan pada orang dengan golongan darah O. Ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh peneliti di Cina.

    2. Unair Klaim Temukan Lima Senyawa Obat COVID-19

    Rektor Unair Prof Mohammad Nasih (tengah) saat melakukan konferensi pers di kampus setempat di Surabaya, Rabu (1/4/2020). Kredit: ANTARA Jatim/Willy Irawan

    Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengklaim telah menemukan lima jenis senyawa yang diyakini bisa menjadi obat bagi pasien terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19.

    Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Rabu menyebut lima senyawa ini bahkan memiliki daya ikat yang lebih kuat dibanding avigan dan klorokuin yang hingga saat ini masih dipercaya menjadi obat alternatif pasien yang terinfeksi virus corona.

    "Saat ini kami sudah memperoleh lima senyawa yang menurut hasil riset kami insya Allah lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan klorokuin untuk penanganan COVID-19, tapi kami tidak bisa langsung memproses karena masih ada dua tahapan yang harus dilakukan dengan baik," ujarnya.

    3. COVID-19, Lebih dari 100 Negara Minta Bantuan ke Korea Selatan

    Anggota staf medis menunggu kedatangan pengunjung di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Prosedur pengambilan sampel ini dinilai praktis karena hanya berlangsung kurang dari 10 menit. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Korea Selatan menerima permintaan dari 121 negara untuk membantu penyediaan alat tes cepat atau rapid test kit virus corona COVID-19. Cara Korea menghambat penyebaran virus itu menuai pujian negara-negara tersebut.

    Korea Selatan dikenal melakukan pengujian cepat secara massif yang didukung pelacakan riwayat kontak orang-orang secara intensif. Negara ini sempat menciptakan wabah terbesar di luar Cina. Keberhasilan strategi Korea berbuntut permintaan bantuan yang sekarang terjadi.

    "Kami mendapat begitu banyak permintaan dari berbagai negara lantaran kami telah memiliki pengalaman sejak awal wabah. Jumlah negara, yang kini mencapai 121, meningkat setiap harinya," kata seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 1 April 2020.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.