19 PDP Corona di Bandung Meninggal, RSHS: Lindungi Orang Tua!

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat melakukan rapid test untuk deteksi virus corona di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2020. Rapid test dianggap efektif untuk mengetahui peta wilayah sebaran virus corona yang menginfeksi warga. Sayangnya tes ini masih terbatas di kalangan warga ODP dan PDP yang telah disaring terlebih dahulu karena keterbatasan test kit. TEMPO/Prim Mulia

    Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat melakukan rapid test untuk deteksi virus corona di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2020. Rapid test dianggap efektif untuk mengetahui peta wilayah sebaran virus corona yang menginfeksi warga. Sayangnya tes ini masih terbatas di kalangan warga ODP dan PDP yang telah disaring terlebih dahulu karena keterbatasan test kit. TEMPO/Prim Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kasus infeksi virus corona COVID-19 yang meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung bertambah dua orang, Kamis 2 April 2010. "Totalnya kini ada 19 orang," kata Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RS Hasan Sadikin, M. Kamaruzzaman.

    Dari semua PDP yang meninggal itu, Kamaruzzaman menerangkan, sebanyak 11 orang diantaranya sudah terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Kebanyakan dari 11 orang itu juga telah berusia lebih dari 50 tahun.
    "Memiliki penyakit penyerta atau penyakit kronis yang paling banyak berdasarkan data adalah hipertensi dan diabetes," ujar Kamaruzzaman.

    RS Hasan Sadikin atau RSHS mengimbau masyarakat untuk menjaga dan melindungi para orang tua. Caranya dengan menjaga jarak bagi mereka yang masih beraktivitas di luar saat kembali ke rumah. 

    Sama seperti pasien yang meninggal, jumlah PDP pun terus bertambah di rumah sakit itu. Total kini ada 100 orang sejak akhir Februari lalu. Jumlah PDP yang dirawat seluruhnya kini ada 47 orang. "Yang terkonfirmasi positif 18 orang, seorang diantaranya baru," kata Kamaruzzaman.

    Adapun yang tengah menunggu hasil uji apus (swab) berjumlah 26 orang PDP. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) baruhasil pemeriksaan RS Hasan Sadikin ada enam orang, sehingga totalnya 321 orang. Pasien yang sembuh dilaporkan berjumlah enam orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.