Satu Keluarga di Italia Ini Habis Gara-gara Virus Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendeta memberkati peti jenazah korban virus corona atau Covid-19 yang akan diangkut menggunakan truk militer di Seriate, Italia, 28 Maret 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Pendeta memberkati peti jenazah korban virus corona atau Covid-19 yang akan diangkut menggunakan truk militer di Seriate, Italia, 28 Maret 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    TEMPO CO, Jakarta - Anggota satu keluarga di Italia 'habis' seluruhnya karena pandemi penyakit virus corona 2019 atau COVID-19. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Uniknya, keempat anggota keluarga itu dikenal tak memiliki riwayat penyakit serius alias sehat.

    Keluarga ini berdomisili di Lombardy, Italia sebelah utara, kawasan yang pertama sekaligus paling terpukul wabah virus corona penyebab pneumonia akut itu. Virus pertama merenggut nyawa sang ayah, Alfredo Bertucci, 86 tahun, pada 27 Maret 2020.

    Alfredo adalah seorang pandai besi yang telah menyerahkan usahanya kepada kedua putranya, Daniele, 54 tahun, dan Claudio, 46 tahun. Kedua anaknya itu menyusul meninggal dan diikuti yang terakhir Angela Albergati, 77 tahun, istri Alfredo. Sang ibu dalam keluarga itu meninggal 1 April lalu.

    Seluruh anggota keluarga itu dilaporkan telah mengalami gejala yang terkait dengan virus corona, termasuk demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Sebelum meninggal, keempatnya dirawat di rumah sakit yang sama.

    Massimo Giovanni Fasano yang bersahabat dengan keluarga itu memberi kesaksian kalau Alfredo beserta istri dan dua anaknya dikenal sehat dan kuat. “Kami semua sangat sedih karena kesal, ini adalah tragedi nyata," ujar Fasano. 

    Saat ini Lombardy telah menjadi wilayah di Italia yang paling terpukul oleh krisis yang diakibatkan COVID-19, dan Italia telah menjadi negara yang paling terpukul di Eropa. Per Kamis malam, 2 April 2020, terkonfirmasi 110.574 kasus infeksi virus itu dan 13.155 meninggal karenanya di Italia. Jumlah kasus yang sembuh kembali sebanyak 16.847 orang.  

    Mayoritas orang yang meninggal akibat virus corona adalah pasien yang lebih tua dan yang memiliki riwayat penyakit lain, terutama yang menyebabkan masalah pernapasan atau merusak sistem kekebalan tubuh.

    THE SUN | NEW YORK POST

    KOREKSI:
    Artikel ini telah diubah pada Sabtu 4 April 2020, pukul 09.31 WIB, untuk meralat keterangan lokasi kota Lombardy. Terima kasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.