Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Virus Corona dan Gunung Merapi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan alat perlindungan diri saat membawa pasien positif virus corona atau Covid-19 di Naples, Italia, 2 April 2020. REUTERS/Ciro De Luca

    Petugas medis menggunakan alat perlindungan diri saat membawa pasien positif virus corona atau Covid-19 di Naples, Italia, 2 April 2020. REUTERS/Ciro De Luca

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang anggota satu keluarga di Italia 'habis' seluruhnya karena penyakit virus corona 2019 atau COVID-19. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Uniknya, keempat anggota keluarga itu dikenal tak memiliki riwayat penyakit serius alias sehat.

    Berita terpopuler selanjutnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya menghadapi banyak kritik yang mengatakan kalau mereka tidak merespons cukup cepat terhadap datangnya wabah COVID-19. Dampaknya, negara adi daya itu kini menjadi yang paling menderita karena tingkat infeksi tertinggi di dunia saat ini. 

    Lainnya, Gunung Merapi kembali erupsi pada Kamis, 2 April 2020 pukul 15.10 WIB. Erupsi itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik. Suara gemuruhnya terdengar sampai tujuh kilometer dari puncak.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini, Jumat 3 April 2020,



    1. Satu Keluarga di Italia Ini Habis Gara-gara Virus Corona

    Anggota satu keluarga di Italia 'habis' seluruhnya karena pandemi penyakit virus corona 2019 atau COVID-19. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Uniknya, keempat anggota keluarga itu dikenal tak memiliki riwayat penyakit serius alias sehat.

    Keluarga ini berdomisili di Lombardy, Italia sebelah selatan, kawasan yang pertama sekaligus paling terpukul wabah virus corona penyebab pneumonia akut itu. Virus pertama merenggut nyawa sang ayah, Alfredo Bertucci, 86 tahun, pada 27 Maret 2020.

    Alfredo adalah seorang pandai besi yang telah menyerahkan usahanya kepada kedua putranya, Daniele, 54 tahun, dan Claudio, 46 tahun. Kedua anaknya itu menyusul meninggal dan diikuti yang terakhir Angela Albergati, 77 tahun, istri Alfredo. Sang ibu dalam keluarga itu meninggal 1 April lalu.

     

    2. Kekecewaan dan Kronologis Amerika Terpuruk di Pandemi COVID-19

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya menghadapi banyak kritik yang mengatakan kalau mereka tidak merespons cukup cepat terhadap datangnya wabah COVID-19. Dampaknya, hingga artikel ini dibuat virus corona penyebab wabah itu telah menginfeksi 216.722 orang di negara adidaya itu, sebanyak 5.140 di antaranya meninggal.

    Kapal rumah sakit Angkatan Laut USNS Comfort melintas di dekat patung Liberty saat memasuki New York Harbor di New York City, AS, 30 Maret 2020. Pemerintah Amerika Serikat tidak hanya mempersiapkan USNS Comfort tetapi juga kepal rumah sakit Angkatan Laut USNS Mercy. REUTERS/Mike Segar

    Termasuk mereka yang mengkritik adalah Ashish Jha, direktur di Harvard Global Health Institute, Amerika Serikat. Dia mengatakan, andai uji atau pemeriksaan massal terhadap masyarakat serta karantina wilayah-wilayah dilakukan lebih awal, "Kita akan memiliki situasi yang berbeda sekarang."

    Berdasarkan data di Johns Hopkins University, Amerika menempati urutan tertinggi di dunia untuk jumlah kasus infeksi. Sedang angka kematiannya berada di bawah Italia dan Spanyol, di atas Prancis dan Cina.

     

    3. Gunung Merapi Erupsi Lagi, Suara Gemuruh Hingga 7 Kilometer

    Gunung Merapi kembali erupsi pada Kamis, 2 April 2020 pukul 15.10 WIB. Erupsi itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik. Pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tinggi kolom mencapai 3.000 meter dari puncak.

    Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan asap putih terlihat dari Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 29 Maret 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Arah angin saat erupsi ke arah timur, yang mengakibatkan hujan abu tipis di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Cangkringan Pakem dan Turi,  Kabupaten Sleman. Suara gemuruh saat erupsi terdengar oleh warga hingga tujuh kilometer dari puncak.

    "Visual dari arah selatan tidak kelihatan, Mas. Tapi suara gemuruhnya sampai 7 kilometer dari puncak. Cukup lumayan keras sampai warga keluar dari rumah," kata Bambang Sugeng, warga Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 2 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.