Mendikbud Nadiem Makarim akan Rombak Buku Pelajaran di Sekolah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Dok. kemdikbud.go.id)

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Dok. kemdikbud.go.id)

    "Akan ada beberapa perbedaan dengan UN. Pertama 'assesment' di masing-masing sekolah dan tidak semua siswa akan diuji, tapi 'sampling' dari setiap sekolah di tingkat SD, SMP, SMA dengan standar yang sama di semua daerah," kata Nadiem menuturkan.

    Namun, lanjutnya, meski ujian tersebut merata di setiap daerah, yang membedakan adalah perlakuan setelah proses "assesment" tersebut. Penanganan masing-masing daerah tergantung di level kompetensinya dan berlaku segmentasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah. 

    Selain perubahan jenis ujian akhir dan perlakuan setelah ujian akhir tersebut, Mendikbud Nadiem Makarim juga akan melakukan penyederhanaan kurikulum di semua jenjang. Beban konten pelajaran diturunkan demi bisa didalami kompetensinya, "tapi apakah jumlah pelajaran dikecilkan atau konten dikecilkan itu masih dikaji oleh tim," katanya.

    PISA merupakan sistem ujian yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan negara-negara di dunia. Caranya, siswa berusia 15 tahun dipilih secara acak untuk mengikuti tes dari tiga kompetensi dasar, yaitu membaca, matematika dan sains.

    Indonesia mulai sepenuhnya berpartisipasi sejak tahun 2001. Pada setiap siklus, terdapat 1 domain major sebagai fokus studi. PISA tidak hanya memberikan informasi tentang "benchmark" Internasional, tetapi juga informasi mengenai kelemahan serta kekuatan siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.