Hampir 85 Ribu Kasus Infeksi COVID-19, Jerman Geser Posisi Cina

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre di luar pusat pengujian coronavirus (COVID-19) di Frankfurt, Jerman, 18 Maret 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Orang-orang mengantre di luar pusat pengujian coronavirus (COVID-19) di Frankfurt, Jerman, 18 Maret 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, Jakarta - Angka kasus infeksi virus corona COVID-19 di Jerman telah melampaui angka resmi di Cina. Jumlah kematian yang disebabkannya pun telah menembus angka 1000.

    Dengan hampir 85 ribu orang terinfeksi, Jerman kini menggeser posisi Cina di urutan ke-4 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbesar di dunia menurut data Johns Hopkins University. Jerman berada di bawah Amerika Serikat, Spanyol, dan Italia.

    Sedang angka kematiannya menembus 1.000 pada Kamis lalu dan Jumat 3 April 2020 menjadi 1.107 orang. Padahal, baru lima hari sebelumnya jumlah kematian karena infeksi virus corona di negara itu masih di bawah 500.

    Robert Koch Institute menyebut, sebagian besar dari 583 korban meninggal pertama di Jerman adalah warga yang telah berusia lanjut. Hanya 31 di antaranya yang berusia kurang dari 60 tahun. Sedang sisanya, sebanyak 44 orang berusia 66-69 tahun, 130 orang berusia 70-an tahun, 305 berusia 80-an tahun, dan lebih dari 70 orang berusia 90-an tahun.  

    Presiden RKI Lothar Wieler memperingatkan kalau angka infeksi dan kematian karena COVID-19 itu masih akan bertambah. Namun dia menilai yang terjadi saat ini menunjukkan perlambatan penambahan kasus penularan. "Ini berhasil," kata dia menekankan pentingnya terus mempertahankan kebijakan menjaga pembatasan aktivitas publik, "Tapi terlalu awal untuk merasa menang saat ini."

    Wieler mengatakan kalau saat ini usai rata-rata pasien terinfeksi virus corona di Jerman adalah 48 tahun dengan perbandingan antara laki dan perempuan yang hampir berimbang. Sedang tingkat kematiannya bertambah menjadi 1,2 persen dari sebelumnya yang masih berada di bawah 1 persen.

    "Kita harus percaya kalau korban meninggal masih akan bertambah juga dengan tingkat kematiannya," kata Wieler. Namun dia mengaku tak tahu sampai berapa tinggi penambahan-penambahan itu.

    BERLIN SPECTATOR | THE LOCAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.