Pemerintah Yakin Pasien Sembuh COVID-19 Tak Akan Menulari Lagi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto meyakini pasien yang telah dinyatakan sembuh telah memiliki imunitas terhadap virus corona COVID-19. Pasien-pasien itu dipercaya tidak akan kembali menularkan selepas dari perawatan rumah sakit.

    "Kami bersyukur mereka yang sudah sembuh ini kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi untuk menularkan penyakit," kata Yuri dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu 4 April 2020.

    Dari data yang masuk ke tim Gugus Tugas, ada penambahan 16 pasien sembuh dari sebelumnya pada Jumat tercatat 134 yang telah dinyatakan sembuh. Total 150 pasien sembuh hingga Sabtu ini. 

    Yuri meyakini bahwa pasien-pasien yang sembuh itu telah memiliki sistem kekebalan tubuh serta imunitas tinggi. Mereka disebutnya tidak akan tertular lagi maupun menjadi subyek penular virus penyebab pneumonia akut itu.

    Yuri menyatakan itu meski beberapa laporan dari Cina dan Jepang menunjukkan pasien yang telah dinyatakan sembuh bisa kembali mengidap COVID-19 saat dilakukan tes tingkat lanjut. Penelitian yang lain mendapati indikasi bahwa mereka yang memiliki gejala sakit ringan justru menjadi agen penular yang besar. 

    Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Sabtu, 4 April 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 2.092 kasus dan meninggal 191 kasus. Jumlah itu meningkat dari Jumat yang tercatat 1.986 kasus positif dan 181 orang meninggal. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.