Peneliti Universitas Brawijaya Buat Peta Zona COVID-19 Simerona

Reporter

Editor

Erwin Prima

Salah satu tampilan Simerona karya peneliti Filkom Universitas Brawijaya (UB) Malang Fatwa Ramdani. ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA

TEMPO.CO, Malang - Ketua Grup Riset Geoinformatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) Malang, Fatwa Ramdani, membuat Sistem Informasi Persebaran Virus Corona (Simerona) COVID-19.

Sistem informasi berbasis web (WebGIS) itu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menghindari zona bahaya terpapar COVID-19.

“WebGIS ini dapat digunakan sebagai informasi pendukung penanganan pandemi COVID-19 di Jawa Timur. Karena sifatnya sebagai pendukung, peta ini tidak dapat digunakan sebagai landasan utama pencegahan," kata Fatwa Ramdani di Malang, Jawa Timur, Senin, 6 April 2020.

Oleh karenanya, kata Fatwa, tetap dibutuhkan data lain untuk keakuratan informasi, jika digunakan dalam hal pencegahan persebaran infeksi virus Corona.

Dalam Simerona, peta yang ditampilkan adalah peta yang memvisualisasikan zona bahaya berdasarkan moda transportasi (kereta api, pesawat, bus, dan kapal laut) yang datanya diperoleh dari Kementerian Perhubungan.

Kemudian, kata Fatwa, data tersebut dibandingkan dengan data kepadatan penduduk yang berasal dari office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) di bawah PBB.

"Hasilnya konsisten dengan peta yang dikeluarkan oleh Kominfo Jatim, di mana wilayah padat penduduk banyak suspect. Kemudian konsisten juga dengan moda transportasinya," papar Fatwa.

Dari temuan tersebut, upaya pencegahan penyebaran infeksi COVID-19 yang saat ini dilakukan pemerintah sudah tepat, yaitu dengan social distancing atau physical distancing dan akan lebih baik lagi jika dilakukan karantina wilayah sebagian atau "lockdown partial".

"Yang dimaksud lockdown partial atau penutupan akses sebagian adalah menutup akses ke fasilitas atau area berbahaya yang potensial sebagai tempat persebaran COVID-19," ujarnya.

Simerona kini dapat diakses bebas melalui tautan https://hindari-covid-19.com/.

Data COVID-19 di Kota Malang per 5 April 2020 menyebutkan orang dalam risiko (ODR) 687 orang atau bertambah 12 dari hari sebelumnya (Sabtu), orang tanpa gejala (OTG) 52, orang dalam pemantauan (ODP) 359 atau bertambah 13 orang dengan rincian 290 masih dalam pantauan dan 69 orang selesai dipantau.

Sementara itu, yang terkonfirmasi positif COVID-19 berjumlah 5 orang dengan rincian 3 orang sembuh total dan 2 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan pasien pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal 3 orang dan PDP sehat/selesai pengawasan 13 orang, serta PDP masih dirawat 33 orang.

ANTARA






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

22 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

22 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

2 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

2 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

2 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

2 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

3 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.