Harimau Sumatera Ditemui di Hutan Produksi Tapanuli Selatan

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Tangkapan gambar dari harimau sumatera yang terancam punah di kawasan hutan produksi Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Januari-Maret 2020. (Dokumentasi KLHK)

TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan beberapa satwa liar dilindungi lainnya tertangkap camera trap (kamera tersembunyi) di kawasan Hutan Produksi Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPH-P) Wilayah X Padang Sidempuan, Zurkarnain Hasibuan, dalam rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Selasa, 7 April 2020, mengatakan, hasil survei tersebut penting karena masih minimnya informasi keanekaragaman hayati di kawasan itu.

Hasil survei ini akan digunakan untuk menyusun rencana pengelolaan dan sosialisasi untuk menghindari konflik antara manusia dan satwa.

“Kami akan mendorong masyarakat memanfaatkan ekosistem hutan, antara lain menanam pohon buah-buahan yang disukai satwa seperti durian, sekaligus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Zurkarnain.

Survei yang dilakukan KPH-P Wilayah X, Conservation International Indonesia (CI Indonesia) dan mitra warga itu berhasil memperlihatkan tangkapan gambar harimau dan diperkuat dengan rekaman video yang memperlihatkan hewan tersebut melintas.

Berdasarkan pengamatan ruang jelajah satwa itu mencapai 500 km persegi atau hampir seluruh hutan di Kabupaten Tapanuli Selatan itu.

Kamera tersembunyi yang dipasang dalam periode Januari-Maret 2020 dengan luas survei sekitar 30.000 hektare (ha) itu juga berhasil menemukan 5 dari 6 kucing liar Sumatera yaitu harimau sumatera, macan dahan sumatera, kucing emas asia, kucing batu, dan satwa lain dengan status menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dalam kategori kritis, terancam, dan rentan.

Selain itu survei tersebut juga menemukan lutung hitam sumatera, trenggiling , tapir, beruang madu, rusa sambar, kambing hutan sumatera, dan beruk. Tidak hanya itu, penunjang pakan untuk predator paling tinggi seperti harimau sumatera masih banyak tersedia seperti kijang, babi hutan, pelanduk kancil dan rusa sambar.

Hasil itu mengindikasikan masih ada proses rantai makanan di dalam kawasan hutan produksi dan masih banyak hewan yang dilindungi berada di luar kawasan konservasi, kata Direktur Jenderal Konservasi dan Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno.

"Sekitar 70 persen mamalia dan primata besar yang dilindungi di Sumatera dan Kalimantan berada di luar kawasan konservasi dan perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk konservasi termasuk pelaku usaha sangat strategis, penting, dan mendesak," kata Wiratno.

Hasil survei itu akan ditindaklanjuti oleh KLHK dan pemerintah daerah untuk merumuskan langkah strategis pengelolaan dan pengembangan wilayah secara berkelanjutan.






Sungai Ciliwung Ruas Kota Depok Dibersihkan, Sampah Plastik dan Tekstil Didaur Ulang

7 hari lalu

Sungai Ciliwung Ruas Kota Depok Dibersihkan, Sampah Plastik dan Tekstil Didaur Ulang

Sungai Ciliwung di ruas Kota Depok dibersihkan Pertamina Hulu Rokan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


Karyawan Tuntut PT KCN Beroperasi Lagi, DKI Beri Restu

11 hari lalu

Karyawan Tuntut PT KCN Beroperasi Lagi, DKI Beri Restu

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Izinkan PT KCN beroperasi sementara walau kena sanksi.


Penjual Potongan Tubuh Macan Tutul Ditangkap di Bekasi, KLHK Ungkap Kronologis

12 hari lalu

Penjual Potongan Tubuh Macan Tutul Ditangkap di Bekasi, KLHK Ungkap Kronologis

Seorang pria diamankan Ditjen Gakkum KLHK karena menjual potongan tubuh macan tutul.


Kawasan Konservasi Kian Diminati sebagai Destinasi Wisata

12 hari lalu

Kawasan Konservasi Kian Diminati sebagai Destinasi Wisata

Jumlah kunjungan wisata ke kawasan konservasi sepanjang 2022 tercatat ada 5,29 juta orang.


KLHK Dorong Industrialisasi Pengelolaan Sampah

15 hari lalu

KLHK Dorong Industrialisasi Pengelolaan Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong pelaku usaha melakukan industrialisasi pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.


KLHK Menangkan Gugatan, PT ABS Dinyatakan Bersalah Sebabkan Kebakaran Lahan 1.500 Hektare

21 hari lalu

KLHK Menangkan Gugatan, PT ABS Dinyatakan Bersalah Sebabkan Kebakaran Lahan 1.500 Hektare

KlhkMajelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Agri Bumi Sentosa (ABS).


RI Terima Tongkat Estafet World Water Forum X, Bakal Digelar di Bali pada 2024

50 hari lalu

RI Terima Tongkat Estafet World Water Forum X, Bakal Digelar di Bali pada 2024

Serah-terima tongkat estafet penyelenggaraan World Water Forum dilakukan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi PBB untuk Air Tanah.


Tim Advokasi Kebebasan Akademik Menyebut KLHK Anti-Akademik

59 hari lalu

Tim Advokasi Kebebasan Akademik Menyebut KLHK Anti-Akademik

LBH Jakarta menyebut kebijakan tersebut KLHK larang peneliti asing bermasalah bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.


Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

29 November 2022

Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

Sebelum ada pencabutan Pergub Nomor 85 Tahun 2022 mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo, Pemprov NTT sempat mendapat surat dari Menteri KLHK.


Cerita Harimau Bestie dan yang Lewat Depan Rumah Warga

26 November 2022

Cerita Harimau Bestie dan yang Lewat Depan Rumah Warga

Seekor Harimau Sumatera bernama Bestie dilepasliar ke Keudah-Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser pada Jumat 25 November 2022.