Ilmuwan Uji Kandidat Vaksin COVID-19 pada Tikus

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

    Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah uji coba baru pada tikus menawarkan harapan untuk sebuah vaksin melawan virus corona COVID-19. Penelitian terbaru itu berhasil melindungi tikus terhadap dosis mematikan MERS, kerabat yang sangat dekat dari virus corona baru yang menyebabkan COVID-19.

    Profesor dari Fakultas Kedokteran University of Iowa Carver, Amerika Serikat, Paul McCray, mengatakan studinya menunjukkan virus parainfluenza 5 atau PIV5 mungkin menjadi platform vaksin yang berguna untuk virus corona.

    "Termasuk SARS-CoV-2, yang sedang berlangsung," kata McCray, seperti dikutip laman Independent, Selasa, 7 April 2020.

    Dalam penelitian itu, para ilmuwan menggunakan virus lain yang direkayasa sehingga akan menghasilkan glikoprotein yang diketahui terlibat dalam infeksi MERS. Ketika tikus-tikus yang sama terpapar pada dosis MERS yang biasanya mematikan, empat minggu kemudian mereka semua selamat.

    Menurut McCray, dengan menggunakan strategi yang sama, kandidat vaksin berbasis PIV5 yang mengekspresikan protein lonjakan SARS-CoV-2 telah dihasilkan. 

    "Kami merencanakan lebih banyak penelitian pada hewan untuk menguji kemampuan vaksin berbasis PIV5 dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2," kata dia yang juga penulis utama penelitian yang terbit di mBio, jurnal American Society of Microbiology.

    INDEPENDENT | AMERICAN SOCIETY OF MICROBIOLOGY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.