Gempa M 4,3 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2020, pukul 14:20:55 WIB. Hasil analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kekuatan gempa bermagnitudo 4,3. Sumber gempa berada di laut, namun tidak berpotensi tsunami.

    Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyebutkan sumber gempa atau episenter terletak pada koordinat 8.14 LS dan 107.89 BT. “Berlokasi di laut pada jarak 82 kilometer barat daya Pangandaran,” katanya, Kamis. Sumber gempa berkedalaman 23 kilometer.

    BMKG menyatakan jenis gempa Pangandaran itu tergolong dangkal. “Penyebab gempa akibat aktivitas Zona Subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam ke bawah lempeng Eurasia,” kata Tony.

    Dampak gempa yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Ciamis, Pangandaran, juga Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

    Skala intensitas gempa di semua daerah itu seragam yaitu berkisar II-III MMI. Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah seakan ada truk yang berlalu.

    Sejauh ini, menurut Tony, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa. Pemantauan BMKG hingga pukul 14:45 WIB nihil gempa susulan. BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H