BMKG Pastikan Berita Angin Utara Bawa Penyakit Hoax

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)

    Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah mengeluarkan berita tentang adanya angin dari utara menuju selatan yang membawa wabah penyakit. Berita yang tersebar di beberapa aplikasi percakapan di tengah situasi pandemi COVID-19 itu dipastikan palsu dan sesat.

    "Informasi yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan membawa wabah penyakit, hal tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari BMKG," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Herizal, dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Kamis malam 9 April 2020.

    Herizal menegaskan, isi informasi yang beredar tersebut juga tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Hoax," kata dia menambahkan. 

    Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini adalah di sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau yang biasa disebut sebagai periode pancaroba. Dalam periode tersebut terjadi fenomena di mana sirkulasi angin tidak lagi didominasi oleh angin yang berasal dari utara atau dari benua Asia.

    Bahkan, Herizal menerangkan, di beberapa wilayah bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berembus angin dari timur-selatan atau yang berasal dari benua Australia.

    Menurut hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG memprediksi bahwa pada akhir Maret hingga Mei 2020, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode pancaroba. Dalam periode tersebut secara umum perubahan kondisi cuaca akan relatif lebih cepat.

    Herizal mengingatkan, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang terkini, terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan dengan mengakses kanal-kanal resmi BMKG. Dia menunjuk laman resmi www.bmkg.go.id atau di media sosial @infobmkg, atau bahkan dapat berkunjung ke kantor BMKG terdekat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.