Gunung Merapi Meletus Lagi, Kolom Erupsi Tiga Kilometer

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap solfatara keluar dari puncak Gunung Merapi terlihat dari pos pengamatan Kali Tengah, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi dua kali meletus. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Asap solfatara keluar dari puncak Gunung Merapi terlihat dari pos pengamatan Kali Tengah, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi dua kali meletus. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO,CO, Yogyakarta - Setelah diam lebih dari satu minggu, Gunung Merapi kembali meletus pada Jumat pagi, 10 April 2020, pukul 09.10 WIB. Tinggi kolom erupsi terukur 3.000 meter di atas kawah di puncak gunung itu. 

    Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 103 detik. Arah angin saat erupsi ke Barat Laut dan masyarakat di kawasan terkait arah itu diminta mengantisipasi adanya hujan abu.

    "Warga was-was juga. Tapi sekarang sudah landai," kata Bambang Sugeng, warga Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, yang dekat dengan lereng Merapi, Jumat 10 April 2020.

    Bambang mengungkapkan kalau masyarakat di lereng Merapi saat erupsi sudah bersiap mengungsi. "Yang punya kendaraan sudah disiapkan untuk segera melakukan evakuasi," katanya menambahkan. 

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta meminta masyarakat tetap tenang dan tidak  panik. Meskipun sering terjadi erupsi belakangan ini, namun tingkat aktivitas Merapi masih level II atau Waspada.

    "Jarak bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak. Jika terjadi hujan abu, masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida.

    Sebelumnya, erupsi Merapi terjadi pada Kamis, 2 April 2020, pukul 15.10 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik. Saat itu, tinggi kolom abu dan debu juga teramati mencapai 3.000 meter dari puncak.

    Rangkaian erupsi Gunung Merapi belakangan ini berawal pada Jumat pagi, 27 Maret 2020. Letusan pertama itu melontarkan material hingga setinggi 5 kilometer. Sejak itu setidaknya terjadi enam kali erupsi atau letusan hingga hari ini.  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.