Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Roket Cina Gagal Orbitkan Palapa-N1

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sateli palapa d indosat

    sateli palapa d indosat

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang roket Cina pengangkut satelit komunikasi milik Indonesia gagal mencapai orbit dalam peluncuran Kamis malam, 9 April 2020. Ini adalah kegagalan kedua dalam waktu kurang dari satu bulan yang dialami Badan Antariksa Cina.

    Berita terpopuler selanjutnya mengenai sebuah penelitian mengungkap negara-negara yang memiliki program vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG). Negara-negara itu memiliki tingkat kematian akibat virus corona COVID-19 hampir enam kali lebih rendah daripada negara-negara yang tidak menggunakannya.

    Artikel lainnya, seorang dokter anak dan ahli vaksinasi Stanley Plotkin turut membantu pencarian vaksin untuk bisa menghentikan pandemi COVID-19.  Plotkin, 87 tahun, dijuluki 'Godfather of Vaccines' karena telah meneliti vaksin antraks, polio, rabies, dan rotavirus, termasuk menemukan vaksin rubella.

    Berikut ketiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini, Jumat 10 April 2020, tersebut:

    1. Meledak di Langit, Roket Cina Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1

    Roket Cina pengangkut satelit komunikasi milik Indonesia gagal mencapai orbit dalam peluncuran Kamis malam, 9 April 2020. Ini adalah kegagalan kedua dalam waktu kurang dari satu bulan yang dialami Badan Antariksa Cina.

    Roket Long March 3B meluncur dari fasilitas peluncuran satelit di Pulau Xichang di Provinsi Sichuan pada Kamis malam, pukul 7.46 waktu setempat. Roket itu membawa Satelit Palapa-N1 atau yang juga disebut Nusantara Dua, sebuah satelit komunikasi komersial untuk menyediakan layanan broadband dan broadcast  di Indonesia.  

    Roket Cina gagal antar satelit Indonesia. CGWIC

    Satelit itu dibangun China Great Wall Industry Corp. (CGWIC) milik perusahaan patungan Indosat Ooredoo dan Pasifik Satelit Nusantara. Satelit berbobot 5.550 kilogram itu sejatinya akan, di antaranya, menggantikan peran Satelit Palapa-D yang saat ini masih mengorbit dan menambah kapasitas PSN yang mengoperasikan satelit Nusantara-1. 

     

    2. Terapkan Vaksin BCG Tekan Kematian Akibat COVID-19? 

    Sebuah penelitian mengungkap negara-negara yang memiliki program suntikan vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) memiliki tingkat kematian akibat virus corona COVID-19 hampir enam kali lebih rendah daripada negara-negara yang tidak menggunakannya.

    Vaksin BCG diciptakan satu abad yang lalu dan memberikan kekebalan terhadap TBC (infeksi bakteri), tetapi diketahui memiliki manfaat lain, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Selasa, 7 April 2020.

    Percobaan sebelumnya menemukan orang yang menerima suntikan itu, yang harganya sekitar £ 30 (Rp 593 ribu), telah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu melindungi diri dari infeksi. Misalnya, dalam uji coba di antara penduduk asli Amerika, vaksinasi BCG pada masa kanak-kanak dapat menawarkan perlindungan terhadap TBC hingga 60 tahun setelah vaksinasi.

    3. Turun Gunung, Ini Kata Godfather of Vaccines tentang COVID-19

    Seorang dokter anak dan ahli vaksinasi Stanley Plotkin turut membantu pencarian vaksin untuk bisa menghentikan pandemi penyakit virus corona 2019 atau COVID-19.  Pria berusia 87 tahun dan dijuluki 'Godfather of Vaccines' karena telah meneliti vaksin antraks, polio, rabies, dan rotavirus, termasuk menemukan vaksin rubella itu kini memberi konsultasi untuk sejumlah perusahaan farmasi yang berusaha mengembangkan vaksin virus corona tersebut.

    Stanley Plotkin. Cnbc. Com

    Plotkin menemukan vaksin rubella pada1960-an di Wistar Institute di Philadelphia, dan dianggap telah memberantas penyakit itu di Amerika Serikat. Rubella, juga dikenal sebagai campak Jerman, mengakibatkan penyakit ringan untuk orang dewasa yang tertular, tapi bisa menyebabkan cacat lahir jikan menginfeksi janin dalam rahim.

    Menurut Wistan Institute, pada tahun tersebut pandemi rubella melanda seluruh Amerika Serikat dan Eropa, yang membuat sekitar 12 ribu bayi tuli, buta, atau keduanya. Vaksin Plotkin adalah "R" dalam vaksin MMR yang kini diberikan kepada anak-anak di seluruh dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.