Citra Satelit Australia: Erupsi Gunung Anak Krakatau Sampai 15 Km

Reporter

Berdasarkan laporan PVMB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 10 April 2020 pukul 22.35 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 657 meter di atas permukaan laut. Foto/Facebook/BNPB

TEMPO.CO, Jakarta - Letusan Gunung Anak Krakatau pada Jumat malam, 10 April 2020, melontarkan debu dan asap SO2 hingga setinggi 15 kilometer. Seperti yang dilaporkan di laman Volcanodiscovery berbasis citra satelit yang diolah VAAC Darwin--satu dari sembilan Volcanic Ash Advisory Centres di dunia, kolom debu dan asap itu bergerak ke arah barat laut.

Letusan itu terpantau satelit dan dua kamera web di darat (di pulau gunung api itu dan di pantai berjarak 40 kilometer dari gunung). Mereka mendeteksi hot spot peningkatan suhu dari aktivitas magma yang terjadi serta pijaran lava yang kuat dari kawah gunung itu.

Letusan yang terjadi diperhitungkan lebih kuat daripada pada 22 Desember 2018. Saat itu erupsi Gunung Anak Krakatau diikuti runtuhnya sebagian material ke laut lalu memicu tsunami yang menelan korban ratusan jiwa.

Beberapa letusan juga terjadi di antara keduanya. Di antaranya adalah pada 25 Maret 2020. Saat itu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan beberapa letusan kecil yang ditandai dengan kolom debu dan asap mencapai 914 meter. Letusan juga terdeteksi lewat enam kali gempa dan satu tremor vulkanik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung berlangsung hingga Sabtu pagi, 11 April 2020, berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Foto/Facebook/BNPB

Untuk kejadian letusan terbaru, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api di PVMBG, Hendra Gunawan, kembali menegaskan tipe erupsi Gunung Anak Krakatau. Dia menerangkan, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, itu hanya mengeluarkan semburan, bukan letusa eksplosif.

"Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran juga hanya suara desis saja," ujar Hendra kepada ANTARA, Sabtu 11 April 2020.

Hendra menjawab ramainya pembahasan di media sosial perihal suara dentuman yang diduga berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terdengar hingga wilayah sekitaran Jakarta. Hingga Sabtu pagi, tagar dentuman dicuitkan ribuan kali oleh warganet dan menduduki trending Indonesia nomor dua di twitter.

Berdasarkan laporan PVMB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 10 April 2020 pukul 22.35 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 657 meter di atas permukaan laut.






Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sekolah dan Siswa Korban Gempa Banten, Cuaca

11 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sekolah dan Siswa Korban Gempa Banten, Cuaca

Topik tentang gempa Banten berdampak pada gedung sekolah dan siswa menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Sedikitnya 15 Kali Gempa Menggoyang Kota Jayapura Sepanjang Hari Ini

11 jam lalu

Sedikitnya 15 Kali Gempa Menggoyang Kota Jayapura Sepanjang Hari Ini

Selain 15 di Jayapura, BMKG juga mencatat tiga gempa yang bisa dirasakan di Buleleng Bali, Lombok Utara NTB, dan Wonosobo Jawa Tengah.


Taliban Kirim Bantuan Gempa Rp 2,4 Miliar ke Turki dan Suriah

12 jam lalu

Taliban Kirim Bantuan Gempa Rp 2,4 Miliar ke Turki dan Suriah

Pemerintahan Afghanistan yang saat ini dikuasai Taliban akan mengirim US$165.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar bantuan ke Turki dan Suriah.


Erdogan Akui Banyak Masalah dalam Tanggap Darurat Gempa

13 jam lalu

Erdogan Akui Banyak Masalah dalam Tanggap Darurat Gempa

Jumlah korban gempa sudah melebihi 11.000 dan diperkirakan masih terus bertambah.


KBRI Ankara Evakuasi 123 Orang di Empat Wilayah Gempa Turki

14 jam lalu

KBRI Ankara Evakuasi 123 Orang di Empat Wilayah Gempa Turki

Tim KBRI Ankara mengevakuasi WNI dari 4 titik paling terdampak gempa Turki, termasuk juga warga Malaysia dan Myanmar.


Bertemu Dubes, Zulkifli Hasan Nyatakan Indonesia Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

14 jam lalu

Bertemu Dubes, Zulkifli Hasan Nyatakan Indonesia Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

Zulhas menyampaikan belasungkawa dan rasa simpati mendalam atas tragedi gempa Turki.


Gempa Turki Suriah: Korban Jiwa Dekati 10 Ribu, Penyintas Melawan Udara Dingin

16 jam lalu

Gempa Turki Suriah: Korban Jiwa Dekati 10 Ribu, Penyintas Melawan Udara Dingin

Korban tewas dalam bencana gempa Turki Suriah sudah mencapai 9.600 sampai Rabu, sementara korban selamat harus berjuang melawan udara dingin.


BREAKING NEWS: WNI Asal Bali, Suami dan Bayinya Jadi Korban Gempa Turki

18 jam lalu

BREAKING NEWS: WNI Asal Bali, Suami dan Bayinya Jadi Korban Gempa Turki

KBRI Ankara mengkonfirmasi WNI asal Bali atas nama Nia Marlinda meninggal dunia dampak dari Gempa Turki.


Selain Turki, Selandia Baru dan Alaska Pernah Kena Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,8

20 jam lalu

Selain Turki, Selandia Baru dan Alaska Pernah Kena Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,8

Gempa Turki berkekuatan Magnitudo 7,8 membuat ribuan korban nyawa melayang. Sebelum ini, Alaska dan Selandia Baru pernah diterpa gempa besar.


Tim Dokter Unhas Turun Lapangan Bantu Korban Gempa Turki

21 jam lalu

Tim Dokter Unhas Turun Lapangan Bantu Korban Gempa Turki

Tim dokter Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat tim Kementerian Kesehatan untuk membantu korban gempa Turki.