Tim Ilmuwan Oxford Yakin Vaksin COVID-19 Tersedia September

Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Tim ilmuwan di Oxford University, Inggris, optimistis bisa memiliki vaksin yang layak untuk virus corona COVID-19 pada September mendatang. Uji klinis telah direncanakan untuk segera dilakukan dalam dua minggu ke depan, dan meminta pemerintah Inggris mendukung pembuatan puluhan juta dosis sebelum uji coba selesai.

Anggota tim, Sarah Gilbert, mengungkap peluang untuk mencapai target itu sebesar 80 persen. Gilbert adalah profesor bidang vaksinasi di Oxford University dan meyakini vaksin yang sedang diproduksi akan sangat efektif.

"Saya pikir ada kemungkinan besar itu akan berhasil, berdasarkan hal-hal lain yang kami lakukan dengan jenis vaksin ini," ujarnya seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Minggu, 12 April 2020. Dia menambahkan, "Kami ingin selesai (vaksin) sebelum akhir tahun ini."

Menurut Gilbert, uji coba vaksin baru biasanya memakan waktu bertahun-tahun, tapi untuk COVID-19 prosesnya akan dilacak dengan menjalankan sebanyak mungkin langkah secara bersamaan. Namun dia memastikan pelaksanaan studi klinis dalam kondisi yang dikontrol ketat, bersertifikat dan berkualitas, yang perlu persetujuan etis dan aturan.

Rencananya, untuk fase pertama, tim Oxford akan melakukan uji klinis kepada 500 orang. Ini, kata Gilbert, selalu dilakukan pada orang dewasa sehat yang berusia sekitar 18-55 tahun.

Sedang fase kedua akan melibatkan rentang usia yang lebih lanjut, yakni 55-70 tahun. "Atau lebih tua lagi. Kami melihat keamanan pada kelompok usia yang lebih tua, dan berharap akan melihat respons kekebalan yang lebih lemah," kata Gilbert.

Tim ini juga berencana untuk menjalankan sejumlah uji coba pada populasi yang berbeda di seluruh dunia. Jika didapati kasus dengan tingkat penularan virus tinggi, maka tim berharap akan mendapatkan hasil kemanjuran dengan sangat cepat, "Jadi itu adalah salah satu strategi untuk mengurangi waktu," kata Gilbert.

Menurut Gilbert, tidak mudah untuk memprediksi benua atau negara mana yang akan menjadi tempat terbaik untuk uji klinis. Pembicaraan disebutnya sudah berlangsung antara tim dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan izin yang diperlukan. 

“Itu (September) hampir mungkin jika semuanya melakukannya dengan sempurna," kata Gilbert, sambil menambahkan, "Tidak ada yang bisa memberikan jaminan, tidak ada yang bisa menjanjikan itu akan berhasil dan tidak ada yang bisa memberi Anda waktu yang pasti, tapi kami harus melakukan semua yang kami bisa secepat yang kami bisa."

THE JERUSALEM POST | THE TIMES OF LONDON






Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

1 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

1 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

2 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

3 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

4 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

4 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

4 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

5 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

5 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

5 hari lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar