COVID-19: Lonjakan Pasien Sembuh dan Kambuh Lagi di Korea Selatan

Reporter

Anggota staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Dari dalam mobilnya, seorang pengemudi diperiksa apakah ada demam atau kesulitan bernafas oleh staf medis. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Seoul - Korea Selatan melaporkan setidaknya 116 orang yang pada awalnya dinyatakan sembuh telah kembali dites positif COVID-19. Jumlah itu melampaui temuan kasus infeksi baru yang sebanyak 25 orang sepanjang Senin 13 April 2020. 

Peningkatan pasien yang kembali positif itu telah menimbulkan kekhawatiran di negara yang dianggap berhasil menghambat penyebaran wabah COVID-19 tersebut. Pihak berwenang menyatakan masih menyelidiki penyebab kekambuhan itu. 

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), Jeong Eun-kyeong, mengatakan virus itu mungkin telah kembali aktif . Bukan pasien yang terinfeksi ulang atau tertular lagi.

Ahli lain mengatakan tes yang salah mungkin juga berperan. Bisa juga sisa-sisa virus mungkin masih ada dalam tubuh pasien tetapi tidak menular atau membahayakan pasien atau orang lain.

Yang jelas, laporan 116 kasus itu lebih dari dua kali lipat dari 51 kasus yang dilaporkan Korea Selatan seminggu sebelumnya. Perkembangan ini menyebabkan para pemimpin pemerintahan meminta warga Korea Selatan untuk terus mengikuti panduan dan pembatasan pada pertemuan sosial. 

Korea Selatan telah mengimbau warganya untuk mengikuti jarak sosial yang ketat hingga setidaknya 19 April. Tetapi, karena kasus-kasus menurun dan cuaca membaik, semakin banyak orang yang melanggar kebijakan itu. 

Pada pertemuan manajemen bencana Senin, Perdana Menteri Chung Sye-kyun juga mengatakan pemerintah akan segera mencari cara untuk melonggarkan kebijakan itu. "Akhir minggu ini, kami berencana untuk meninjau kampanye jarak sosial dan membahas apakah kami akan beralih ke langkah-langkah keselamatan rutin," katanya.

Staf medis melepaskan pakaian pelindungnya setelah shift kerjanya berakhir di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Fasilitas ini disebut efektif karena dapat menguji banyak orang dalam waktu singkat tanpa harus menimbulkan kerumunan orang, dan ada risiko infeksi yang lebih rendah karena dilakukan di dalam kendaraan pengunjung. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Chung mengingatkan bahwa bahkan ketika pembatasan sudah dilonggarkan, negara itu tidak akan kembali beroperasi seperti sebelum wabah. Pelonggaran jarak sosial dianggap dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat diubah, "Dan harus merenungkan secara mendalam tentang kapan dan bagaimana kita beralih ke sistem baru." 

Pasien yang sembuh lalu positif lagi dalam kasus COVID-19 juga pernah dilaporkan terjadi di Wuhan, Cina, pada awal bulan ini. Sebanyak 5-10 persen dari pasien yang sudah sembuh dan berada di beberapa fasilitas karantina penampung para pasien COVID-19 usai dipulangkan rumah sakit teruji positif kembali.

Misteri sejumlah kasus itu juga menerbitkan keresahan untuk kemungkinan gelombang kedua wabah di kota pertama yang melaporkan epidemi virus di dunia tersebut.

REUTERS






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

2 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

2 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

8 jam lalu

Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

Tenaga Kerja Asing manakah terbanyak di Indonesia? TKA Cina di urutan pertama, disusul dari Jepang dan Korea Selatan. Berapa jumlahnya?


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

19 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Asnawi Mangkualam Dikontrak Klub Korea Selatan Jeonnam Dragons Sampai Desember 2023

1 hari lalu

Asnawi Mangkualam Dikontrak Klub Korea Selatan Jeonnam Dragons Sampai Desember 2023

Klub Korea Selatan, Jeonnam Dragons, mengumumkan bergabungnya Asnawi Mangkualam pada Jumat pagi, 27 Januari 2023.


5 Warga Cina Tewas dalam Penembakan di California

2 hari lalu

5 Warga Cina Tewas dalam Penembakan di California

Konsulat Jenderal Cina di San Francisco memastikan lima warganya masuk dalam daftar korban penembakan di California.