Cina Kembali Buka Pasar Basah Wuhan, Amerika Geram

Reporter

Editor

Erwin Prima

Pasar Makanan Laut Huanan Wuhan, tempat asal-usul virus corona, diduga menjual hewan liar termasuk anak serigala, musang, dan bahkan koala.[Mirror.co.uk]

TEMPO.CO, Jakarta - Pasar basah Wuhan, Cina - pasar di mana wabah virus corona diyakini berasal - kembali dibuka, meskipun ada seruan dari pejabat AS untuk tetap tutup.

Sejak Beijing pekan lalu mencabut isolasi di kota Wuhan, pasarnya - yang menjual hewan-hewan yang baru disembelih, ikan, dan berbagai satwa liar eksotis - juga telah diizinkan untuk dibuka kembali.

New York Post, Senin, 13 April 2020, mengutip Global Times, yang terkait dengan Partai Komunis Tiongkok, melaporkan bahwa pasar itu harus mematuhi persyaratan keamanan yang ketat untuk menghentikan penyebaran virus.

Laman itu melaporkan bahwa pembeli yang memasuki pasar Baishazhou - pasar basah terbesar di Wuhan - harus diambil suhunya dan menunjukkan kartu hijau yang menunjukkan mereka bebas dari gejala virus corona.

Pasar Grosir Makanan Laut Huanan - yang disebut-sebut sebagai pusat penyebaran - telah dijadwalkan untuk penutupan permanen.

Sebelumnya Dr. Anthony Fauci, seorang ahli penyakit menular pada satgas virus corona Gedung Putih, pekan lalu mengatakan Cina harus menutup semua pasar basah karena berbahaya.

"Itu mengejutkan saya, bagaimana ketika kita memiliki begitu banyak penyakit yang berasal dari interaksi manusia-hewan yang tidak biasa itu, bahwa kita tidak menutupnya," kata Fauci pada "Fox & Friends." "Saya tidak tahu apa lagi yang harus terjadi untuk membuat kita menghargai itu."

Senator Lindsey Graham mengatakan penolakan Beijing untuk menutup pasar itu dapat mempengaruhi aliansi perdagangan antara kedua negara.

"Jika Anda tidak menutup pasar basah itu, hubungan perdagangan kita akan berubah," kata Senator Republik dari Carolina Selatan itu awal bulan ini. “Apa yang bisa dilakukan Tiongkok untuk membantu dunia? Tutup pasar itu,” lanjut Graham.

Pandemi corona, pertama kali dilaporkan di Wuhan pada bulan Desember, telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia, menginfeksi hampir 2 juta orang dan menewaskan lebih dari 116.000.

NEW YORK POST | GLOBAL TIMES






Tugaskan Bulog Jual Cadangan Beras ke Ritel Modern, Bapanas: Perintah Jokowi

6 hari lalu

Tugaskan Bulog Jual Cadangan Beras ke Ritel Modern, Bapanas: Perintah Jokowi

Pemerintah tengah memperluas distribusi beras Bulog dengan menyasar dan memperbanyak toko-toko ritel yang ada di sekitar masyarakat.


Zulhas: Petani Cabai dan Bawang Bangkrut Lantaran Harga Jual Rendah

7 hari lalu

Zulhas: Petani Cabai dan Bawang Bangkrut Lantaran Harga Jual Rendah

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengklaim harga cabai dan bawang saat ini sedang murah.


Harga Emas Dunia Diperkirakan Menguat, Apa Penyebabnya?

9 hari lalu

Harga Emas Dunia Diperkirakan Menguat, Apa Penyebabnya?

Harga emas dunia mencapai US$ 1.934,6 per troy ounce. Harga itu berdasarkan perdagangan pasar Eropa pukul 20.20 WIB.


Kasus Covid-19 di Cina Mulai Turun

10 hari lalu

Kasus Covid-19 di Cina Mulai Turun

Otoritas di Cina mengklaim infeksi virus corona sudah lewati puncaknya. Namun ahli memperingatkan terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.


China Laporkan 13.000 Tewas Akibat Covid dalam Sepekan Terakhir

13 hari lalu

China Laporkan 13.000 Tewas Akibat Covid dalam Sepekan Terakhir

Jumlah korban tewas akibat Covid-19 di China disebut tak mencerminkan angka sebenarnya.


Jamin Kulineran Aman, Pasar Tradisional Yogyakarta Dilengkapi Laboratorium Mini

17 hari lalu

Jamin Kulineran Aman, Pasar Tradisional Yogyakarta Dilengkapi Laboratorium Mini

Keamanan pangan jadi satu hal serius menimbang Kota Yogyakarta merupakan destinasi prioritas wisatawan nusantara.


Daihatsu Bicara Target Penjualan Mobil pada 2023, Ingin Pertahankan Posisi 2

18 hari lalu

Daihatsu Bicara Target Penjualan Mobil pada 2023, Ingin Pertahankan Posisi 2

PT Astra International Daihatsu Sales Operation telah memberikan tanggapan terakit target penjualan mobil pada tahun 2023 ini.


China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

19 hari lalu

China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

China buka-bukaan soal data Covid-19 ke WHO. Sejak kebijakan nol-Covid dicabut pada Desember lalu, kasus Corona di China melonjak tajam.


Kematian Akibat Covid-19 di Cina Nyaris 60 Ribu Orang

21 hari lalu

Kematian Akibat Covid-19 di Cina Nyaris 60 Ribu Orang

Cina mempublikasi laporan berdasarkan catatan rumah sakit bahwa kematian akibat Covid-19 hampir mendekati angka 60 ribu orang


Pasar Kue Subuh di Senen Bakal Tutup Permanen? Begini Penjelasan Manajemen

22 hari lalu

Pasar Kue Subuh di Senen Bakal Tutup Permanen? Begini Penjelasan Manajemen

Manajemen Persewaan Senen Jaya 1 dan 2 Anton Susilo Nugroho memberi penjelasan soal kabar pasar kue subuh bakal ditutup permanen