Ahli Harvard: Social Distancing Cegah COVID-19 Perlu Sampai 2022

Sejumlah penumpang mengantre dengan menerapkan social distancing saat menunggu bus Transjakarta di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Sekolompok ahli penyakit dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan, pembatasan aktivitas sosial (social distancing) mungkin masih diperlukan di Amerika Serikat hingga 2022 untuk mencegah wabah virus corona COVID-19. Kelompok ini melihat berbagai model komputer untuk mensimulasikan bagaimana virus dapat menyebar selama lima tahun ke depan.

Model mempertimbangkan apakah virus itu musiman, berapa lama kekebalan akan bertahan pada pasien yang pulih, dan intensitas dan waktu tindakan pengendalian. "Berdasarkan pada meningkatnya jumlah kasus di seluruh dunia, virus tidak mungkin segera dieliminasi," bunyi laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Menurut mereka, jarak sosial juga mungkin diperlukan dari waktu ke waktu untuk mengurangi beban rumah sakit jika virus tetap ada. "Di bawah kapasitas perawatan kritis saat ini, durasi keseluruhan epidemi SARS-CoV-2 dapat bertahan hingga 2022, yang membutuhkan langkah-langkah jarak sosial antara 25 persen dan 75 persen dari waktu itu," kata para peneliti.

Kelompok ilmuwan itu menemukan bahwa jarak sosial yang terlalu dekat sebenarnya bisa memperlambat pembentukan kekebalan di dalam kawanan.

Dalam satu skenario yang mengasumsikan 20 minggu langkah-langkah kontrol yang ketat dan jarak sosial yang luas, pencabutan langkah-langkah kontrol hampir sama buruknya dengan puncak epidemi yang tidak terkendali.

Menurut mereka, ada kasus infeksi bisa bangkit kembali ketika langkah-langkah kontrol dicabut di bawah masing-masing model. "Kami tidak mengambil posisi pada kelayakan skenario ini mengingat beban ekonomi yang mungkin ditimbulkan oleh pembatasan yang berkelanjutan."

"Namun, kami mencatat potensi beban bencana pada sistem perawatan kesehatan yang diprediksi jika pembatasan tersebut kurang efektif dan atau tidak dipertahankan cukup lama," tulis para peneliti.

SCIENCE | NEW YORK POST






MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

18 jam lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

20 jam lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

1 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

4 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Manfaat Kesehatan dalam Sebuah Mentimun

4 hari lalu

Manfaat Kesehatan dalam Sebuah Mentimun

Mentimun memiliki banyak manfaat buat kesehatan dan kecantikan sehingga dijuluki makanan super meski bentuknya sederhana dan harganya murah.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

4 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

5 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Kawasan Tanpa Rokok dan Upaya Wujudkan Kabupaten Kota Sehat

6 hari lalu

Kawasan Tanpa Rokok dan Upaya Wujudkan Kabupaten Kota Sehat

Rencana larangan menjual rokok batangan diharapkan bisa menjadi angin segar bagi kota-kota di Indonesia yang berupaya memperluas Kawasan Tanpa Rokok.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

6 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.