Herd Immunity atasi COVID-19, Pakar WHO: Bukti Umum Tak Mendukung

Reporter

Para pasien yang sembuh dari COVID-19 terlihat di rumah sakit sementara yang dijuluki "Ruang Tamu Wuhan" di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 1 Maret 2020. Sebanyak 132 pasien sembuh COVID-19 telah diizinkan pulang oleh rumah sakit, sekaligus mencatatkan angka tertinggi dalam sehari sejauh ini. Xinhua/Cai Yang

TEMPO.CO, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ragu antibodi dalam darah saja bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap reinfeksi (tertular kembali) virus corona. Ahli kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan itu menanggapi perihal pendekatan kekebalan bersama atau herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

Dalam konferensi pers, Jumat 17 April 2020, Ryan menuturkan bahwa walaupun antibodi bekerja efektif, terdapat sedikit tanda bahwa sejumlah besar orang mengembangkan antibodi untuk sebuah herd immunity. Yang terjadi, menurutnya, cukup sedikit populasi yang mengalami serokonversi atau memproduksi antibodi dalam tubuhnya.

"Harapannya bahwa mayoritas dalam masyarakat telah mengembangkan antibodi, tapi bukti umum bertolak belakang dengan harapan itu sehingga antibodi mungkin tidak memecahkan masalah pemerintah," kata Ryan.

Sebelumnya beberapa pakar kesehatan mengusulkan langkah-langkah  memerangi pandemi corona antara lain dengan menerapkan strategi kekebalan bersama atau kelompok. Strategi ini diyakini dapat menghentikan penyebaran virus corona dengan membiarkan semua populasi tertular, dengan asumsi tingkat kekebalan masyarakat terhadap corona di atas 70 persen. 

Namun, tak sedikit pakar yang menentang usulan itu karena risikonya terlalu tinggi. Apalagi vaksin corona belum ditemukan dan tersedia. Oleh sebab itu, strategi yang umum ditempuh adalah pencegahan penularan dengan memberlakukan karantina wilayah dan menginstruksikan warga masyarakat berdiam di rumah, serta menjaga jarak aman ketika berada  di ruang terbuka.

Istilah herd immunity telah viral di grup-grup percakapan di tanah air pada bulan lalu. Ada beragam makna yang menyertai, di antaranya ambang batas dari kekebalan tubuh banyak orang yang dapat menurunkan jumlah kejadian infeksi dengan sendirinya.

Menurut Wakil Ketua Tim Pencegahan dan Kewaspadaan COVID-19 Universitas Padjadjaran, Irvan Afriandi, herd immunity terbentuk dari individu-individu yang memiliki kekebalan terhadap suatu infeksi secara alami. Ketika jumlah mereka mencapai proporsi tertentu dari suatu populasi, maka peluang terjadinya infeksi di populasi tersebut akan menurun.

“Tindakan vaksinasi merupakan suatu contoh dari pemanfaatan pemahaman kita terhadap herd immunity ini,” kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran yang juga dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat itu kepada Tempo.co, Selasa 24 Maret 2020. 



REUTERS






Asal-usul Hari Kusta Sedunia dan Mengenali Tema Peringatan Tahun 2023

53 menit lalu

Asal-usul Hari Kusta Sedunia dan Mengenali Tema Peringatan Tahun 2023

Hari Kusta Sedunia diperingati setiap tahun pada Minggu terakhir Januari. Hari Minggu tahun ini pada 29 Januari 2023.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

2 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

2 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

6 jam lalu

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Kementerian Dalam Negeri RI berharapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

19 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cuaca Buruk Tunda Penerbangan di Manado, Vaksin

1 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cuaca Buruk Tunda Penerbangan di Manado, Vaksin

Topik tentang penerbangan di Bandara Manado tertunda akibat hujan dan angin kencang menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

1 hari lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.