Wapres Taiwan Ragu Asal Virus Corona dari Pasar Wuhan, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Taiwan Chen Chien-jen. Kredit: Wikipedia

    Wakil Presiden Taiwan Chen Chien-jen. Kredit: Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien nol, sumber pandemi virus corona Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 150.000 orang di seluruh dunia, mungkin tidak akan pernah ditemukan, menurut wakil presiden Taiwan yang juga seorang ahli epidemiologi terkenal.

    Dalam sebuah wawancara dengan Sunday Telegraph, Sabtu, 18 April 2020, tentang bagaimana cara mengalahkan Covid-19, Wakil Presiden Chen Chien-jen mengatakan keraguan kuat pada kepercayaan umum bahwa pasar makanan laut Huanan di kota Wuhan Cina adalah sumber virus.

    “Jika kita melihat 42 kasus pertama yang diterbitkan dalam jurnal akademik, sekitar sepuluh tidak memiliki sejarah pergi ke sana. Ini adalah petunjuk yang sangat penting bahwa pasar itu mungkin bukan asal dari infeksi ini,” katanya.

    “Ketika kami mencoba melacak kembali ke indeks kasus, itu sangat sulit. Jika kasus itu memiliki penyakit ringan, Anda tidak akan pernah menemukannya. ”

    Mengidentifikasi pasien nol adalah penting tidak hanya untuk pencegahan pandemi di masa depan tetapi juga secara politis. Asal usul Covid-19 telah menyebabkan percekcokan diplomatik antara AS dan Cina ketika Beijing berupaya mengalihkan kesalahan dan tanggung jawab atas bencana global.

    Taiwan, hanya 80 mil dari Cina, telah dipuji karena menetapkan standar emas dalam menangani Covid-19, dengan hanya 398 infeksi dan enam kematian.

    Salah satu kunci keberhasilannya adalah intervensi awal setelah seorang pejabat kesehatan yang cermat melihat pemberitahuan yang mengkhawatirkan dari Wuhan pada forum internet Taiwan pada 31 Desember, kata wakil presiden itu.

    "Pemberitahuan itu mengatakan ada tujuh kasus pasien pneumonia atipikal tetapi tidak dianggap sebagai SARS dan spesimen telah diuji untuk kemungkinan penyebabnya. Namun, semua pasien ini diisolasi untuk perawatan,” ungkapnya.

    Taiwan segera memberi tahu CDC Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetapi tidak mendapat tanggapan.

    WHO membantah ada kegagalan, tetapi Taiwan mengatakan pesan itu seharusnya mengangkat bendera merah langsung tentang penularan dari manusia ke manusia.

    Wakil Presiden Chen menuduh WHO bertindak terlambat meskipun ada laporan virus misterius pada awal hingga pertengahan Desember.

    Pakar Taiwan yang mengunjungi rumah sakit Wuhan pada pertengahan Januari mengatakan, isolasi total kota sedang dibahas. Hal itu tidak diberlakukan sampai 23 Januari.

    "Saya tidak tahu mengapa WHO tidak mengambil tindakan secepat yang mereka lakukan untuk H1N1 atau SARS," kata Mr Chen. Partisipasi Taiwan dalam WHO telah diblokir oleh Cina.

    "Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional diumumkan pada akhir Januari. Lebih buruk lagi, mereka masih tidak mempertimbangkan jenis peringatan perjalanan apa pun ... 19 negara sudah terkena dampak lebih dari 8.000 kasus, jadi sudah terlambat,” ujarnya.

    TELEGRAPH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.