Dugaan COVID-19 Menular Melalui Kentut, Ini Kata Kepala Eijkman

Sebuah tanda isolasi virus terlihat di pintu laboratorium saat teknisi laboratorium mempersiapkan media tumbuh virus di Eijkman Institute, Jakarta, 31 Agustus 2016. Laboratorium ini mampu mendiagnosis virus Zika. REUTERS/Darren Whiteside

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menanggapi dugaan bahwa virus corona COVID-19 dapat menular melalui kentut.

Amin membenarkan hal itu. Menurutnya, kabar tersebut memang sudah dia ketahui sebelumnya bahwa virus corona bisa menempel pada reseptor yang ada di permukaan selaput lendir pencernaan.

Professor of Clinical Microbiology Universitas Indonesia itu menerangkan, memang beberapa kasus telah menemukan virus corona di feses atau kotoran manusia. “Tapi ini tidak terlalu sering jika dibandingkan di saluran pernapasan,” ujar dia melalui sambungan telepon, Senin, 20 April 2020.

Kabar tersebut berawal dari ilmuwan asal Australia, Andy Tagg, yang menyebut kentut dapat menjadi cara penularan virus corona. Penelitiannya mengungkapkan, 55 persen dari pasien COVID-19 telah ditemukan virus di fesesnya.

“Tes terbaru menunjukkan proses kentut dapat menyebarkan serbuk kotoran dalam jarak panjang,” ujar dia, seperti dikutip laman Daily Star, baru-baru ini.

Amin yang juga mendapatkan gelar kehormatan dari University of Sydney Medical School, Australia, menjelaskan hal itu bisa dipahami bahwa ketika feses keluar ada kemungkinan virus itu menempel di saluran pencernaan bagian bawah. “Ya kalau kemudian terdorong oleh, pada prinsipnya udara atau tiupan yang keras dia bisa menjadi aerosol,” tutur Amin.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CCDC) juga memperingatkan, pemakaian celana menjadi pencegahan kemungkinan virus menyebar melalui kentut. Hal itu juga disampaikan oleh Amin, bahwa orang normal yang menggunakan celana dan celana dalam tidak akan menyebarkan virus itu.

Peraih gelar PhD di Kobe University, Jepang itu menambahkan, hal itu biasanya terjadi pada pasien yang berada di rumah sakit, ketika pasien menggunakan pakaian dari rumah sakit. “Nah jadi kalau misalnya petugas kesehatan sedang membersihkan dan pasien kentut begitu ya mungkin saja menyebar,” tutur Amin, sambil menambahkan, “tapi itu masih sangat terbatas informasinya.”






MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

17 jam lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

20 jam lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

1 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

4 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

4 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

5 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

6 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

6 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

7 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.