Top 3 Tekno Berita Hari Ini: COVID-19 Bisa Menular Lewat Kentut

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

    Ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang pemberitaan temuan virus corona COVID-19 mungkin menular melalui feses dan kentut. Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom menguatkan kabar itu dengan mengungkap penelitian lain yang pernah dilakukan pada anjing.

    Menurut Nidom, reseptor virus corona (ACE2) berada di beberapa organ--bukan cuma organ pernapasan, sehingga virus itu bisa saja menyebar melalui kentut atau feses. Pernyataan ini senada dengan yang diberikan ahli lain, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengatakan kalau virus corona bisa menempel pada reseptor yang ada di permukaan selaput lendir pencernaan.

    Berita lainnya adalah puncak hujan meteor Lyrid diprediksi terjadi malam ini hingga dinihari nanti, 21-22 April 2020. Saat itu, pemandangan langit malam menjadi yang terbaik. Satu berita lainnya adalah soal Universitas Padjadjaran (Unpad) astuti memperpanjang masa studi mahasiswa tingkat akhir sekaligus membebaskan uang kuliahnya terkait pandemi virus corona COVID-19. 

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini, Selasa 21 April 2020:

    1. COVID-19 Menular Lewat Kentut? Guru Besar Unair: Bisa

    Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom mengatakan virus corona COVID-19 mungkin untuk menular melalui feses dan kentut. Menurutnya, kemungkinan tersebut pernah diteliti oleh tim peneliti Harbin Veterinary Research Institute (HVRI), Cina, pada anjing.

    Nidom menjelaskan, penelitian dilakukan terhadap swab dari anus anjing, bukan pada hidung dan tenggorokan. Ini, kata Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin di Professor Nidom Foundation (PNF) itu, tidak mengherankan karena reseptor virus corona (ACE2) berada di beberapa organ.

    “Riset itu menunjukkan bahwa keluarnya virus melalui saluran pernapasan dan atau saluran pencernaan ada hubungannya dengan host atau inang dari virus tersebut,” ujar Nidom saat dihubungi, Senin, 20 April 2020.

     

    2. Puncak Hujan Meteor Lyrid Akan Hadirkan Langit Malam Terbaik

    Puncak hujan meteor Lyrid diprediksi terjadi malam ini hingga dinihari nanti, 21-22 April 2020. Fenomena ini diklaim akan mempertunjukkan langit malam terbaik, jika kondisi cuaca memungkinkan.

    "Dibandingkan dengan hujan meteor lainnya, Lyrid cenderung menghasilkan meteor cerah dan bola api sesekali," kata Robert Lunsford dari American Meteor Society, seperti dikutip laman CNET, Minggu 19 April 2020.

    Hujan meteor tahunan Lyrid telah dimulai Kamis, 16 April 2020 dan akan tetap aktif selama sekitar 10 hari, dengan puncak pada Selasa malam ini hingga Rabu pagi. Menurut Griffith Observatory, fenomena ini bisa disaksikan hingga satu atau dua jam sebelum fajar. 

     

    3. Corona, Unpad Perpanjang Masa Studi dan Bebaskan Uang Kuliah

    Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Rina Indiastuti memperpanjang masa studi mahasiswa tingkat akhir sekaligus membebaskan uang kuliahnya terkait pandemi virus corona COVID-19.

    Alasannya, karena di masa kedaruratan corona sekarang terjadi hambatan besar bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi. “Itu sebabnya diberikan perpanjangan batas masa studi selama satu semester dan pembebasan membayar uang kuliahnya,” kata Rina lewat siaran pers, Senin, 20 April 2020.

    Saat ini setidaknya tercatat 722 orang mahasiswa tingkat akhir di program D4 hingga S3 yang masih aktif dan belum menyelesaikan studinya. Pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) bisa diberikan dengan syarat. "Minimal mahasiswa sudah memiliki usulan riset yang sudah disetujui dosen pembimbing," ujar Rina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.