Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 30 Mutasi Virus Corona COVID-19

Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang studi baru di Cina mengungkap virus corona SARS-CoV-2 bermutasi menjadi setidaknya 30 jenis variasi genetik yang berbeda. Penelitian itu dilakukan oleh Profesor Li Lanjuan dan rekan-rekannya dari Universitas Zhejiang di Hangzhou.

Berita terpopuler selanjutnya, Jerman dan Inggris merencanakan uji klinis kepada sukarelawan manusia untuk menemukan vaksin corona COVID-19. Paul Ehrlich Institute (PEI), Jerman, mendapat izin untuk uji itu menggunakan calon vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan lokal BioNTech dan raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer.

Lainnya, perusahaan keamanan siber Amerika Serikat, FireEye, melaporkan bahwa ada peretas atau hacker yang didukung pemerintah Vietnam berusaha menyerang lembaga penanganan virus corona di Beijing, Cina. Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Studi: Virus Corona Bermutasi Lebih dari 30 Jenis

Sebuah studi baru di Cina mengungkapkan virus corona baru SARS-CoV-2 bermutasi menjadi setidaknya 30 jenis variasi genetik yang berbeda. Penelitian itu dilakukan oleh Profesor Li Lanjuan dan rekan-rekannya dari Universitas Zhejiang di Hangzhou, Cina.

Menurut Li, ada lebih dari 30 mutasi virus yang berbeda terdeteksi, di mana 19 sebelumnya tidak ditemukan. "SARS-CoV-2 telah memiliki kemampuan bermutasi yang mampu secara substansial mengubah patogenisitasnya," kata Li, seperti dikutip laman Fox News, Selasa, 21 April 2020.

Para peneliti menganalisis strain virus dari 11 pasien COVID-19 yang dipilih secara acak dari Hangzhou, di mana ada 1.264 kasus dilaporkan. Mereka kemudian menguji seberapa efisien virus itu dapat menginfeksi dan membunuh sel.

 

2. Jerman dan Inggris Setujui Uji Vaksin Corona pada Manusia

Jerman dan Inggris merencanakan untuk uji klinis kepada sukarelawan manusia untuk menemukan vaksin corona COVID-19. Paul Ehrlich Institute (PEI), Jerman, mendapat izin uji coba untuk vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan lokal BioNTech dan raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer.

"Paul Ehrlich Institute telah mendapatkan persetujuan uji klinis pertama vaksin terhadap COVID-19 di Jerman," ujar PEI dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip New York Post, Rabu, 22 April 2020.

Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

Tes kandidat vaksin bernama BNT162 itu juga direncanakan di Amerika, setelah persetujuan untuk pengujian pada manusia diperbolehkan di negara itu. Uji coba akan mencakup 200 sukarelawan sehat berusia antara 18 dan 55 tahun yang akan divaksinasi dengan varian vaksin RNA.

 

3. Peretas Vietnam Serang Pemerintah Cina Soal Data Virus Corona

Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat FireEye melaporkan bahwa ada peretas atau hacker yang didukung pemerintah Vietnam berusaha menyerang lembaga penanganan virus corona di Beijing, Cina. Aktivitas kelompok hacker yang dijuluki APT32 itu mencerminkan upaya yang didukung negara untuk mencari informasi COVID-19 dan cara pemberantasannya.

Manajer senior untuk analisis di unit intelijen ancaman Mandiant FireEye, Ben Read menerangkan serangan-serangan itu berbicara tentang virus yang menjadi prioritas intelijen. "Setiap orang melempar semua yang mereka miliki, dan APT32 adalah apa yang dimiliki Vietnam," kata Read, seperti dikutip Reuters, Rabu, 21 April 2020.

Menurut FireEye, APT32 juga telah mencoba untuk meretas akun email pribadi dan profesional staf di Kementerian Manajemen Darurat Cina dan pemerintah Wuhan--pusat pandemi virus corona global di Cina.






Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

1 jam lalu

Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

Bill Gates memuji ekonomi Cina sebagai kemenangan besar untuk dunia.


Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

2 jam lalu

Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

Cina dan Amerika Serikat kemungkinan bisa berperang tiga dua tahun lagi, menurut jenderal bintang empat AS. Apa penyebabnya?


Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tak Masuk Produsen Produk Halal Terbesar

16 jam lalu

Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tak Masuk Produsen Produk Halal Terbesar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Indonesia belum memaksimalkan potensi ekspor produk halal.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

21 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

21 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

2 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

2 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

2 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

2 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.