Menristek: Produksi Massal PCR, Rapid Test, Ventilator Mulai Mei

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberikan keterangan di kantor Graha BNPB Jakarta, Senin 6 April 2020. (ANTARA/Humas BNPB)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, menargetkan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR), ventilator portabel, dan rapid test kit sudah bisa diproduksi bulan depan. Alat tersebut dikembangkan oleh Konsorsoum Riset dan Inovasi COVID-19 bentukan Kemenristek.

“Targetnya mudah-mudahan bulan depan kita bisa mendapatkan portabel ventilator plus juga rapid test kit dan PCR-nya,” ujar dia melalui video konferensi, Kamis, 23 April 2020.

Bambang menerangkan, PCR yang dikembangkan diharapkan bisa mengurangi ketergantungan reagen dari luar. Tidak hanya alatnya, subtansi penting dari PCR ini adalah pengembangannya yang berbasis virus lokal atau varian virus yang berasal dari sampel pasien COVID-19 di Indonesia.

“Memang ini masih dalam tahap uji coba, tentu kami berharap segera mendapatkan sertifikasi untuk diproduksi jumlah besar, dan bisa dipakai,” kata Bambang. Dia menambahkan, “Kita harus mengurangi ketergantungan, karena reagen ini barang langka, berbagai negara membutuhkannya.”

Sedangkan untuk rapid test, Bambang menargetkan produksi 100 ribu unit. Menurutnya, alat ini dibutuhkan untuk pemeriksaan massal secara cepat demi bisa mendeteksi penularan virus. "Kecepatan bisa terwujud kalau semakin banyak tingkat pemeriksaannya, dan rapid test yang biasa bisa membantu," kata dia. 

Untuk produksi ventilator, Bambang menerangkan, ada empat institusi yang mengembangkannya yakni, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), perusahaan swasta, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Saat ini, Bambang berujar, ventilator sedang menjalani uji akhir dari Kementerian Kesehatan.

“Mei juga diharapkan bisa diproduksi, karena minggu ini akan diuji oleh Kemenkes,” kata Bambang sambil mengungkap kalau BPPT bahkan sudah berhasil menggandeng satu industri untuk produksi ventilatornya. "Begitu ujinya selesai maka sudah bisa produksi dalam kapasitas 100 unit per minggu per pabrik, ada dua industri. “

Sementara untuk distribusinya, Bambang yang juga seorang pakar ekonomi itu akan berkoordinasi dengan Kemenkes dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. “Karena yang membutuhkan itu tersebar di seluruh Indonesia. Secara umum besarnya, kebutuhan dimana, itu tersentralisasi di Kemenkes dan Gugus Tugas,” ujar dia.

Selain PCR, rapid test kit dan ventilator, konsorsium yang dibentuka Kemristek juga fokus pada beberapa riset dan inovasi seperti meneliti ekstrak empon-empon, jambu biji, kulit jeruk; vaksin; suplemen; dan alat pelindung diri berupa face shield, powered air purifying respirator, hazmat suit berbahan nanosilver.

Selain itu, ada juga hand sanitizer, chamber disinfectant berbasis ozon, mobile hand washer, multicenter clinical trial (Avigan, Chloroquine Phospate, Tamiflu, Ivemercitin, Convalescene, dan pil kina), serum plasma darah dari kasus sembuh, dan Mysencheme stem cell.




Berita Selanjutnya



Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

3 jam lalu

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan prospek cerah.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

1 hari lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

1 hari lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

2 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

5 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

5 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

5 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

7 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

8 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.