Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Efek Chloroquine, Planet Bertabrakan

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menunjukkan kotak berisi obat malaria, Chloroquine, yang akan diserahkan kepada RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, Sabtu 21 Maret 2020. Obat ini digunakan sebagai satu di antara terapi eksperimental yang digunakan untuk pasien COVID-19 di dunia sambil menunggu riset obat dan vaksin untuk penyakit karena virus corona 2019 itu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Badan Pengawas Obat Uni Eropa (EMA) kembali mengingatkan potensi efek samping berbahaya dari mengobati pasien COVID-19 dengan chloroquine dan hydroxychloroquine. Setiap rumah sakit diminta menghindari penggunaan dua jenis obat malaria itu.

Ini setidaknya menjadi peringatan kedua setelah Pemerintah Brasil memutuskan menghentikan uji klinis dengan dua jenis obat itu. Mereka menemukan penggunaan dosis tinggi obat tersebut menyebabkan jantung berdebar atau berdetak tidak normal, bahkan menyebabkan komplikasi.

Berita terpopuler selanjutnya, para dokter di Mount Sinai Health System, New York, Amerika Serikat, menemukan kalau virus corona COVID-19 dapat menyebabkan stroke mendadak pada orang muda. Masih soal penemuan, artikel tentang Teleskop Antariksa Hubble mendeteksi awan partikel debu halus di satu titik di luar tata surya diduga jejak tabrakan dua planet juga populer.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini, Jumat 24 April 2020,

1. COVID-19, Giliran Eropa Peringatkan Efek Samping Chloroquine

Badan Pengawas Obat Uni Eropa (EMA) kembali mengingatkan agar rumah sakit tidak menggunakan chloroquine dan hydroxychloroquine untuk mengobati pasien COVID-19. Dua jenis obat malaria itu disebut membawa potensi efek samping berbahaya.

EMA menganjurkan obat tersebut sebaiknya digunakan hanya untuk darurat. Itupun disertai pengawasan ketat kondisi pasien. "Pertimbangkan dengan cermat kemungkinan efek samping, khususnya apabila obat itu diberikan pada dosis tinggi," bunyi pernyataan EMA, Kamis 23 April 2020.

Badan pengawas itu juga mengingatkan tenaga kesehatan agar terus memantau keadaan pasien yang mengonsumsi obat itu bersamaan dengan obat lain. Chloroquine dan Hydroxychloroquine dinilai berpotensi menyebabkan jantung berdetak tidak normal.

2. Dokter Amerika: COVID-19 Bisa Bikin Orang Muda Stroke Mendadak

Para dokter di Mount Sinai Health System, New York, Amerika Serikat, memperingatkan kalau virus corona dapat menyebabkan stroke mendadak pada orang dewasa di usia antara 30-40-an yang tidak sakit parah. Mereka percaya ada bukti yang berkembang bahwa COVID-19 dapat menyebabkan darah menggumpal dengan cara yang tidak biasa.

Ilustrasi stroke. dailymail.co.uk

"Virus ini tampaknya menyebabkan peningkatan pembekuan di pembuluh darah besar, yang menyebabkan stroke parah," kata ahli bedah saraf Thomas Oxley, seperti dikutip dari laman New York Post, Kamis, 23 April 2020. 

Oxley mengatakan kalau dia dan rekan-rekannya biasa mencatat kurang dari dua pasien per bulan pada orang di bawah usia 50 tahun, tapi dalam periode dua minggu selama pandemi, mereka merawat lima. Temuan mereka akan dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

3. Teleskop Hubble Temukan Tabrakan Dua Planet di Luar Tata Surya

Teleskop Antariksa Hubble merekam peristiwa mengembangnya awan partikel debu halus di satu titik di luar tata surya. Awan partikel debu itu diduga tercipta dari tabrakan dahsyat dua planet seukuran asteroid es yang mengorbit bintang terang Fomalhaut, sekitar 25 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

Ilustrasi tentang tabrakan dua planet. Tabrakan ini memunculkan bulan pada 150 juta tahun lalu dalam sistem tata surya kita. NASA

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, terbit Senin 20 April 2020, benda saling bertabrakan itu awalnya diyakini sebagai planet. Hubble menemukannya pada 2004 sebagai sebuah titik yang bergerak lalu menamakannya Fomalhaut b dan mengumumkan temuan itu 2008 lalu. 

Fomalhaut b tidak biasanya terang dalam cahaya tampak, tapi tidak memiliki jejak panas inframerah yang bisa dideteksi. Para astronom, dituturkan dalam studi itu, belakangan menduga terang yang datang dari lokasi Fomalhaut b berasal dari cangkang atau cincin besar terdiri dari debu dan mungkin terkait dengan sebuah tabrakan.






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

23 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

23 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Selain Menyehatkan, Pisang Bisa Bersihkan Noda di Baju

1 hari lalu

Selain Menyehatkan, Pisang Bisa Bersihkan Noda di Baju

Pisang tak hanya baik untuk kesehatan, bisa juga untuk membersihkan noda di baju


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

2 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

2 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

2 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

2 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

3 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.