Ini Kata Guru Besar Statistik Soal Mudik dan Puncak COVID-19

Reporter

Calon penumpang KA Serayu tujuan Purwokerto mengantre masuk ke dalam Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis 30 Mei 2019. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memprediksi pemudik yang menggunakan jasa angkutan kereta api mengalami peningkatan pada 29 Mei hingga 4 Juni dengan puncak arus mudik pada Jumat, 31 Mei. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gelombang pulang kampung atau mudik harus dihindari karena dapat memicu akhir pandemi COVID-19 mundur lagi dari perkiraan. Awalnya, pandemi diperkirakan sudah akan berakhir di Indonesia pada akhir Mei nanti, tapi kemudian diperbarui menjadi  akhir Juli.

Peringatan itu disampaikan Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dedi Rosadi. Menurutnya, fenomena mudik pada Mei 2020 secara massif atau bentuk migrasi lain dari daerah pusat penyebaran, khususnya daerah zona merah, sangat berpotensi ditunggangi virus.

"Bisa menyebabkan perkiraan laju tambahan jumlah kasus di setiap wilayah akan berbeda-beda yang akan mempengaruhi time line dan nilai akhir total prediksi nasional," kata Dedi melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Sabtu 25 April 2020.

Larangan kegiatan mudik khusus untuk Lebaran tahun ini oleh pemerintah, kata Dedi, sudah sejalan dengan upaya pengendalian risiko wabah virus corona 2019. Bila ditaati, dia menambahkan, akan menghambat tumbuhnya klaster-klaster penyebaran baru di seluruh Indonesia.

"Tumbuhnya klaster-klaster baru perlu dicegah agar wabah tidak mundur lebih lama ke belakang yang berakibat akhir wabah di setiap wilayah akan berbeda-beda," kata Dedi.

Sebelumnya, berdasarkan data pemerintah sampai 26 Maret 2020, Dedi dan tim telah merilis prediksi sementara akhir pandemi terjadi pada akhir Mei 2020 dengan total penderita positif COVID-19 mencapai 6.174 kasus. Namun, mengacu ke data publikasi terbaru pemerintah hingga 23 April 2020, persebaran COVID-19 di Indonesia diprediksi mencapai puncaknya pada Mei 2020 dan kemudian mereda pada akhir Juli 2020 dengan perkiraan proyeksi total penderita positif COVID-19 di angka 31 ribuan kasus.

Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta. ANTARA/Rivan Awal Lingga

Dedi menerangkan, prediksi itu menggunakan pemodelan probabilistik dengan dasar data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM), dengan asumsi waktu puncak tunggal. "Prediksi tersebut bersifat sementara dan diperbarui berkala sesuai data yang ada untuk prediksi jangka panjang," katanya.

Dedi memaparkan ada hal selain aktivitas mudik yang harus diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan yang berpotensi mengubah time line persebaran virus corona COVID-19 menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diprediksikan. Hal lain itu adalah berkaitan usaha mengubah kecepatan penularan melalui pengendalian yang efektif terhadap episentrum penyebaran virus yang telah ada, khususnya kelompok provinsi-provinsi zona merah.

"Jika pengendalian tidak berhasil dilakukan maka time line wabah akan mundur dan jumlah penderita yang lebih besar dari prediksi sementara masih mungkin terjadi," kata dia.






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

3 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

20 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

2 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.