6 Cara Sembuhkan Pasien COVID-19 ala Presiden AS Donald Trump

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menghadiri pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 April 2020. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari US$ 400 juta (Rp 6,2 triliun) pada 2019, sekitar 15% dari anggarannya. [REUTERS / Leah Millis]

    Presiden AS Donald Trump menghadiri pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 April 2020. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari US$ 400 juta (Rp 6,2 triliun) pada 2019, sekitar 15% dari anggarannya. [REUTERS / Leah Millis]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak kasus infeksi virus corona COVID-19 pertama terdiagnosa di Amerika Serikat lebih dari tiga bulan lalu, Presiden Donald Trump telah berulang kali membuat pernyataan tentang penyakit itu dan bagaimana menyembuhkannya. Setiap dari pernyataannya itu kontroversial, yang membuat banyak ahli di otoritas medis dalam pemerintahannya sendiri menentang.

    Contoh terkini dari pernyataan itu datang pada Kamis, 23 April 2020, ketika Trump meminta para ilmuwan menggali potensi sinar ultraviolet atau disinfektan untuk pengobatan pasien infeksi virus tersebut. Perintahnya itu langsung mendulang kritik dari para dokter. Cemas dengan efek dari pernyataan sang presiden, badan-badan kesehatan pun segera memperingatkan masyarakat agar tak berinisiatif menyembuhkan sendiri penyakit itu.

    Kontroversi atas terapi UV dan disinfektan semakin berkembang dan Gedung Putih menyalahkan media karena menganggap telah membuat pemberitaan yang sensasional. Trump belakangan menyatakan kalau dirinya hanya sarkastik. Tapi toh itu bukan peristiwa pertama. Berikut ini sejumlah pernyataan yang pernah dibuat Trump tentang virus corona COVID-19—virus yang semakin membelenggu Amerika Serikat lewat jumlah kasus infeksi dan kematian yang tertinggi di dunia,

    1. Sinar matahari membasmi virus di dalam tubuh?

    Menyebut studi yang sedang dilakukan pemerintahnya terhadap dampak sinar matahari dalam membunuh virus corona di permukaan benda dan di udara, Trump melontarkan pemikirannya untuk menggunakan radiasi sinar matahari langsung untuk mengobati pasien COVID-19. Dia meminta para ilmuwan memikirkan dan menguji untuk bisa membuat sinar yang sama masuk ke dalam tubuh.

    Jesse Goodman, eks kepala peneliti di Badan Obat dan Makanan (FDA) dan kini fokus sebagai profesor di Georgetown University mengatakan, jumlah panas dan sinar yang dibutuhkan untuk membunuh virus itu akan sangat berbahaya bagi kesehatan sel dalam tubuh. Ide menggunakan terapi sinar matahari untuk mengatasi virus, menurutnya, “Bukan sesuatu yang kita miliki bukti ilmiahnya.”

    2. Menyuntikkan disinfektan?

    Trump tidak berhenti pada idenya dengan sinar matahari itu saja. Dia juga menyebut kalau Departemen Keamanan Dalam Negeri sudah mempelajari efek disinfektan—di permukaan benda mati—terhadap virus corona. Presiden lalu, lagi-lagi, penasaran apakah efek itu bisa diterjemahkan untuk memerangi virus yang ada di tubuh manusia. Trump bahkan spesifik menyebut menyuntikkannya ke dalam tubuh.

    Reckitt Benckiser Group, induk perusahaan dari produk Lysol, mengunggah keterangan pada Jumat lalu yang menegaskan, “Produk disinfektan kami sama sekali tidak digunakan untuk dikonsumsi tubuh manusia.”

    3. Menyamakannya dengan flu musiman

    Selama berminggu-minggu Trump membandingkan virus corona yang saat ini mewabah dengan virus corona penyebab flu musiman. Dia menuding warganya telah bereaksi berlebihan karena menganggap virus corona saat ini tidak akan lebih buruk daripada flu musiman itu. “Sebanyak 37 ribu orang Amerika Serikat mati karena flu tahun lalu. Tidak ada soal shutdown. Kehidupan dan perekonomian juga tetap berjalan,” cuitnya di Twitter pada 9 Maret lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Badan Saat Pandemi Covid-19

    Banyak rutinitas keseharian kita yang dibatasi selama pandemi Covid-19. Salah satunya menyangkut olahraga