BMKG Beberkan Potensi Bahaya Tsunami non Tektonik di Indonesia

Reporter

Kondisi Jembatan Ponulele yang hancur setelah bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 SR dan tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala-Palu pada Jumat sore, 28 September 2018 tersebut, menyebabkan kerusakan besar dan ratusan korban tewas. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengakui kalau laut di Indonesia menyimpan potensi bahaya tsunami non tektonik yang cukup besar. Pernyataan BMKG menyusul pemetaan potensi bahaya tsunami dari Selat Makassar oleh tim peneliti gabungan dari Heriot-Watt University Edinburgh, Institut Teknologi Bandung, dan University College London.

BMKG mencatat beberapa kejadian tsunami itu yang terjadi akibat longsoran di bawah laut maupun tsunami masa lalu yang belum terungkap penyebabnya. "Ini merupakan pertanda bahwa wilayah perairan kita menyimpan potensi bahaya tsunami non tektonik yang cukup besar," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui pesannya yang diterima di Jakarta, Senin 27 April 2020.

Dia menyayangkan, kajian mengenai potensi longsoran dasar laut yang dikaitkan dengan risiko tsunami di Indonesia masih sangat jarang. Kebanyakan, kata Daryono, kajian risiko tsunami akibat gempa tektonik.

Dia menjelaskan di Indonesia ada beberapa kasus tsunami masa lalu yang hingga kini belum terungkap penyebabnya. Diduga tsunami itu diawali dengan longsoran dasar laut, seperti tsunami Teluk Ambon 28 November 1708, tsunami Manggarai 14 April 1855, tsunami Bacan 10 Juni 1891.

Gunung Anak Krakatau dan gugusan pulau vulkanik di sekitarnya di Kepulauan Krakatau, yang diambil pada 11 Januari 2019. Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 diduga menyebabkan tsunami di Selat Sunda. REUTERS/DigitalGlobe

Termasuk kejadian tsunami Saparua 20 Juni 1891, tsunami Pulau Sumber Gelap 16 Maret 1917, dan tsunami Halmahera Utara 2 April 1969. Dalam semua peristiwa tersebut, tsunami disebut Daryono tidak didahului oleh aktivitas gempa tektonik.

Beberapa peristiwa tsunami akibat gempa tektonik menjadi mematikan karena diamplifikasi oleh dampak ikutan berupa longsoran dasar laut. Tsunami di kelompok ini seperti tsunami Ambon 17 Februari 1674 dengan korban jiwa 2.243 orang meninggal, tsunami Seram 30 September 1899 sebanyak 4 ribu orang meninggal dan tsunami Flores 12 Desember 1992 yang menyebabkan 2.500 orang meninggal.






Cuaca Hari Ini, BMKG Masih Pantau Siklon Tropis Freddy di Selatan Bali

2 jam lalu

Cuaca Hari Ini, BMKG Masih Pantau Siklon Tropis Freddy di Selatan Bali

Untuk faktor lainnya, cuaca hari ini juga akan mendapat pengaruh dari sirkulasi siklonik yang ada di Teluk Carpentaria, Australia.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sekolah dan Siswa Korban Gempa Banten, Cuaca

10 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sekolah dan Siswa Korban Gempa Banten, Cuaca

Topik tentang gempa Banten berdampak pada gedung sekolah dan siswa menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Sedikitnya 15 Kali Gempa Menggoyang Kota Jayapura Sepanjang Hari Ini

10 jam lalu

Sedikitnya 15 Kali Gempa Menggoyang Kota Jayapura Sepanjang Hari Ini

Selain 15 di Jayapura, BMKG juga mencatat tiga gempa yang bisa dirasakan di Buleleng Bali, Lombok Utara NTB, dan Wonosobo Jawa Tengah.


Taliban Kirim Bantuan Gempa Rp 2,4 Miliar ke Turki dan Suriah

12 jam lalu

Taliban Kirim Bantuan Gempa Rp 2,4 Miliar ke Turki dan Suriah

Pemerintahan Afghanistan yang saat ini dikuasai Taliban akan mengirim US$165.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar bantuan ke Turki dan Suriah.


Erdogan Akui Banyak Masalah dalam Tanggap Darurat Gempa

13 jam lalu

Erdogan Akui Banyak Masalah dalam Tanggap Darurat Gempa

Jumlah korban gempa sudah melebihi 11.000 dan diperkirakan masih terus bertambah.


KBRI Ankara Evakuasi 123 Orang di Empat Wilayah Gempa Turki

14 jam lalu

KBRI Ankara Evakuasi 123 Orang di Empat Wilayah Gempa Turki

Tim KBRI Ankara mengevakuasi WNI dari 4 titik paling terdampak gempa Turki, termasuk juga warga Malaysia dan Myanmar.


Bertemu Dubes, Zulkifli Hasan Nyatakan Indonesia Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

14 jam lalu

Bertemu Dubes, Zulkifli Hasan Nyatakan Indonesia Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

Zulhas menyampaikan belasungkawa dan rasa simpati mendalam atas tragedi gempa Turki.


Gempa Turki Suriah: Korban Jiwa Dekati 10 Ribu, Penyintas Melawan Udara Dingin

15 jam lalu

Gempa Turki Suriah: Korban Jiwa Dekati 10 Ribu, Penyintas Melawan Udara Dingin

Korban tewas dalam bencana gempa Turki Suriah sudah mencapai 9.600 sampai Rabu, sementara korban selamat harus berjuang melawan udara dingin.


BREAKING NEWS: WNI Asal Bali, Suami dan Bayinya Jadi Korban Gempa Turki

17 jam lalu

BREAKING NEWS: WNI Asal Bali, Suami dan Bayinya Jadi Korban Gempa Turki

KBRI Ankara mengkonfirmasi WNI asal Bali atas nama Nia Marlinda meninggal dunia dampak dari Gempa Turki.


Selain Turki, Selandia Baru dan Alaska Pernah Kena Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,8

19 jam lalu

Selain Turki, Selandia Baru dan Alaska Pernah Kena Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,8

Gempa Turki berkekuatan Magnitudo 7,8 membuat ribuan korban nyawa melayang. Sebelum ini, Alaska dan Selandia Baru pernah diterpa gempa besar.