Di Amerika, Ganasnya Virus Corona Kalahkan Perang Vietnam

Reporter

Tentara angkatan laut Amerika Serikat bergerilya dari tempat persembunyian mereka di selatan zona demiliterisasi setelah tiga hari berperang melawan tentara Vietnam, September 1966. Helikopter di kiri ditembak jatuh ketika hendak memberikan amunisi tambahan bagi AS. Memperingati 50 tahun perang Vietnam, sebuah buku berjudul "Vietnam: The Real War" diterbitkan dan menampilkan sekitar 300 foto paling bersejarah milik kantor berita AP. AP/Henri Huel

TEMPO.CO, New York - Korban tewas akibat virus corona di Amerika Serikat per Selasa, 28 April 2020, telah melebihi jumlah warganya yang meninggal selama Perang Vietnam pada 1955-1975 lalu. Korban COVID-19 di negara adidaya itu sejak yang pertama dicatat pada 29 Februari lalu mencapai 58.233 pada Selasa.

Bandingkan dengan dengan korban perang selama dua dekade itu yang sebanyak 58.220 orang. Berdasarkan catatan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), angka kematian akibat virus corona COVID-19 itu juga melampaui korban flu musiman di negeri itu dalam beberapa tahun terakhir, kecuali untuk musim 2017-2018. 

"Kematian karena flu berkisar dari pada angka 12.000 pada musim 2011-2012 hingga 61.000 selama periode 2017-2018," bunyi data dari CDC.

Laju yang terjadi membuat Washington mengoreksi prediksi kematian akibat COVID-19 di Amerika dari 67.600 menjadi 74 ribu per 4 Agustus nanti. Perhitungan yang dibuat menurut model prediksi University of Washington itu yang sering dikutip oleh pejabat Gedung Putih.

Reuters mencatat jumlah kasus infeksi virus corona di AS juga meningkat dua kali lipat dalam 18 hari. Angkanya per artikel ini ditulis, Rabu 29 April 2020, menjadi 1.035.765 (meninggal 59.266 orang) menurut Worldometers, atau 1.012.583 versi Johns Hopkins University (meninggal 58.355 orang). 

Keduanya sama menempatkan AS di urutan teratas pandemi dengan jumlah kasusnya yang menyumbang sepertiga kasus di seluruh dunia. 

Sekitar 30% kasus di Amerika berasal dari negara bagian New York, New Jersey, Massachusetts, California, dan Pennsylvania. Rata-rata negara bagian itu menyalahkan terbatasnya tenaga terlatih dan peralatannya untuk bisa dilakukan tes COVID-19 yang massal dan cepat.

Sebelumnya, studi baru menggunakan teknik pemodelan di Northeastern University mengungkap dugaan kalau virus corona telah menyebar di banyak kota di Amerika Serikat jauh sebelum masyarakat di negeri itu menyadarinya. Ketika kasus pertama COVID-19 terkonfirmasi di New York City pada 1 Maret lalu, misalnya, ribuan infeksi diperkirakan sudah diam-diam menyebar di kota itu. 

Pemodelan yang sama menunjukkan wabah tersembunyi juga menyebar hampir tak terdeteksi di Boston, San Francisco, Chicago dan Seattle jauh sebelum hasil tes dan uji sampel mendapati setiap kota itu memiliki masalah besar. “Bahkan di awal Februari—ketika dunia masih fokus ke Cina—virus itu tidak hanya telah menyebar di banyak kota di Amerika, tapi juga siap menebar wabah infeksi itu di manapun di Amerika,” bunyi hasil riset yang dikutip dari New York Times, Minggu 26 April 2020.

REUTERS | XINHUA






Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

1 jam lalu

Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

Bill Gates memuji ekonomi Cina sebagai kemenangan besar untuk dunia.


Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

3 jam lalu

Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

Cina dan Amerika Serikat kemungkinan bisa berperang tiga dua tahun lagi, menurut jenderal bintang empat AS. Apa penyebabnya?


Menlu AS Kunjungi Timur Tengah Saat Israel Palestina Bergejolak

3 jam lalu

Menlu AS Kunjungi Timur Tengah Saat Israel Palestina Bergejolak

Menlu AS Anthony Blinken memulai kunjungan ke Timur Tengah. Salah satu agendanya adalah meredakan ketegangan antara Israel Palestina.


Kilas Balik We Are the World Menginspirasi Peduli Amerika Serikat atas Bencana Kelaparan Afrika

9 jam lalu

Kilas Balik We Are the World Menginspirasi Peduli Amerika Serikat atas Bencana Kelaparan Afrika

Tujuan lagu tersebut, untuk menginspirasi penduduk Amerika Serikat guna menyatukan dukungan terhadap bencana kelaparan di Afrika.


Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

13 jam lalu

Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

Turki memperingatkan warganya terhadap "kemungkinan serangan Islamofobia, xenofobia, dan rasisme" di Amerika dan Eropa


Anggotanya Siksa Tyre Nichols Hingga Tewas, Unit Khusus SCORPION Dibubarkan

15 jam lalu

Anggotanya Siksa Tyre Nichols Hingga Tewas, Unit Khusus SCORPION Dibubarkan

Unit polisi khusus tempat lima petugas Memphis yang memukuli Tyre Nichols sampai akhirnya tewas, dibubarkan karena banyak protes


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

22 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

22 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

1 hari lalu

SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

SMA Labschool Jakarta kembali berangkat ke Amerika Serikat untuk kompetisi internasional Harvard Model United Nations (HMUN) pada tahun ini.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.