Spinosaurus, Monster Sungai yang Kejutkan Dunia Paleontologi

Reporter

Spinosaurus. Livescience.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tidak seperti kebanyakan dinosaurus, Spinosaurus sepertinya menyukai air. Dugaan ini berdasarkan analisis terhadap fosil tulang ekor Spinosaurus aegyptiacus yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, Rabu lalu. 

Spinosaurus adalah kelompok unik dari theropoda berbadan besar yang dalam sejarahnya diinterpretasikan hidup di daratan pantai dan memakan ikan-ikan di perairan yang dangkal. Monster Sungai, begitu para ilmuwan menjuluki dinosaurus terpanjang di kelompok pemakan daging ini.

Lebih besar daripada Tyrannosaurus rex maupun Gigantosaurus, Spinosarus diperkirakan bertubuh sepanjang 15 meter dan bobot tujuh ton. Jenis ini hidup di zaman Cretaceous, antara 145,5 dan 65,5 juta tahun lalu, atau periode akhir Mesozoik--menyusul kemudian periode Jurassic yang ditandai dengan kepunahan dinosaurus (kecuali jenis burung). 

Fosil ekor hampir utuh milik Spinosaurus yang belum sepenuhnya dewasa itu ditemukan di situs Kem Kem Beds berusia 95 juta tahun di tepi barat laut gurun Sahara di sebelah tenggara Maroko. Temuan ini membantu memecahkan misteri anatomi Spinosaurus setelah satu-satunya spesimen yang sudha ditemukan lebih dulu hancur karena Perang Dunia  II.
 
Hingga akhirnya ada temuan fosil rangka di Maroko itu pada 2008, dan temuan tambahan berupa fosil ekor buah ekskavasi sejak 2015. Fosil menunjukkan ekor Spinosaurus lentur dengan permukaan yang lebar. Karakter ekor itu beda dengan T rex atau dinosaurus karnivora lainnya yang kaku. 
 
Eksperimen di laboratorium, model plastik dari ekor itu dipasangkan ke robot berenang. Ternyata, ekor itu bisa bergerak lateral menciptakan daya dorong mirip buaya di sungai," kata ahli ikan dan biomkenika di Harvard University, George Lauder, anggota tim peneliti. 

Temuan itu menunjukkan kalau Spinosaurus merajai wilayah sungai dan pantai sebagai hewan semiakuatik. Dia tidak hanya menunggu ikan di sungai berenang mendekat tapi mungkin juga memburu ikan yang lebih besar ke dalam laut. 
 
“Temuan ini mematahkan pemikiran selama ini kalau dinosaurus non burung hanya hidup terbatas di daratan," kata paleontolog vertebrata di Harvard University, Stephanie Pierce, anggota im peneliti. "Ya, kami percaya temuan ini telah merevolusi pemahaman atas biologi dinosaurus selama ini." 

Spinosaurus disebut dalam hasil studi itu masih tetap bisa berjalan di darat dan bertelur di darat. Sedang gaya hidup semiakuatik lainnya ditandai dari memendeknya tungkai belakang, tapak kaki lebar dengan tulang besar ibu jari rata, dan tulang-tulang yang panjang yang cukup padat tapi baik untuk gaya apung. 
 
Tambahan lagi, S. Aegyptiacus punya tengkorak seperti rahang dan gigi yang mirip buaya, dan hidung yang pas untuk menyelam. "Temuan ini dalam banyak hal adalah mimpi yang jadi kenyataan karena mengubah hingga ke tingkat yang dasar tentang ilmu paleontologi," kata ketua tim peneliti, Nizar Ibrahim, asisten profesor biologi di University of Detroit Mercy, Michigan, Amerika Serikat.
 
CNN | REUTERS
 
 





SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

11 jam lalu

SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

SMA Labschool Jakarta kembali berangkat ke Amerika Serikat untuk kompetisi internasional Harvard Model United Nations (HMUN) pada tahun ini.


Soichi Yokoi Prajurit Jepang Terakhir menyerah, Sembunyi di Hutan Guam 28 Tahun

4 hari lalu

Soichi Yokoi Prajurit Jepang Terakhir menyerah, Sembunyi di Hutan Guam 28 Tahun

Hari ini 59 tahun silam, seorang sersan Jepang ditemukan para petani setempat setelah bersembunyi selama 28 tahun di tengah hutan Guam.


Kim Kardashian Cerita tentang Kesuksesan SKIMS di depan Mahasiswa Harvard

7 hari lalu

Kim Kardashian Cerita tentang Kesuksesan SKIMS di depan Mahasiswa Harvard

Kim Kardashian memaparkan bagaimana menjadi pebisnis sukses seperti dirinya


Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa Harvard: Jangan Mudah Mengeluh, Runtuh, dan Menyerah

17 hari lalu

Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa Harvard: Jangan Mudah Mengeluh, Runtuh, dan Menyerah

Dalam forum berbagi pengalaman dengan mahasiswa Harvard, Sri Mulyani berpesan untuk tidak mudah mengeluh, runtuh, dan menyerah.


Mantan Direktur HRW Tak Menang Fellowship karena Pernah Kritik Israel

22 hari lalu

Mantan Direktur HRW Tak Menang Fellowship karena Pernah Kritik Israel

Mantan Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW), ditolak mendapatkan fellowship dari Kennedy School karena pernah mengkritik Israel.


Kilas Balik Alaska Gabung ke Amerika Serikat Jadi Negara Bagian ke-49

25 hari lalu

Kilas Balik Alaska Gabung ke Amerika Serikat Jadi Negara Bagian ke-49

63 tahun yang lalu menjadi hari yang bersejarah bagi negara bagian Alaska. Ekspedisi ke kawasan itu diinisiasi Tsar Peter I dari Rusia.


9 Fakta Menara Eiffel yang Abadi Sebagai Ikon Prancis

32 hari lalu

9 Fakta Menara Eiffel yang Abadi Sebagai Ikon Prancis

Menara Eiffel, pada masa-masa usai pembangunannya melampaui Monumen Washington untuk menjadi struktur buatan manusia tertinggi di dunia hingga 1929.


Tunggu 2023, Film Oppenheimer tentang Perang Batin Pencipta Bom Atom, Ini Para Pemainnya

33 hari lalu

Tunggu 2023, Film Oppenheimer tentang Perang Batin Pencipta Bom Atom, Ini Para Pemainnya

Film ledakan nuklir tanpa CGI, Oppenheimer ini dinanti. Namun, sudahkah tahu siapa saja pemeran dan bagaimana proses produksi film tayang 2023 ini.


Volodymyr Zelensky Bandingkan Invasi Rusia dengan Perang Dunia II

37 hari lalu

Volodymyr Zelensky Bandingkan Invasi Rusia dengan Perang Dunia II

Di tengah upaya damai yang buntu, Volodymyr Zelensky berkeyakinan perang Rusia di Ukraina dapat dihentikan dengan lebih banyak bantuan senjata


Wanita 97 Tahun Ini Divonis Bersalah dalam Kasus Eksekusi 10 Ribu Tawanan Nazi

37 hari lalu

Wanita 97 Tahun Ini Divonis Bersalah dalam Kasus Eksekusi 10 Ribu Tawanan Nazi

Seorang wanita berusia 97 tahun yang bekerja sebagai sekretaris kamp konsentrasi Nazi dihukum atas perannya dalam pembunuhan ribuan orang.